EDISIINDONESIA.id – Produk hijab dari pebisnis Shella Saukia, hingga kini masih menjadi perbincangan hangat dikalangan warganet.
Pasalnya, produk hijab milik Shella Saukia disebut-sebut merupakan produk hijab dari brand lain, yang dijual dengan harga lebih mahal.
Adanya permasalahan yang ramai ini, pihak brand hijab Umpama lantas turut memberikan klarifikasinya, melalui akun sosial medianya.
Pasalnya, nama brand hijab Umama juga turut terseret dalam kasus ini, lantaran diduga digunakan sebagai produk SS.
Menanggapi hal tersebut, brand hijab Umama mengungkapkan jika pihaknya tidak pernah menjalin kerjasama ataupun kolaborasi dengan Shella Saukia.
“Berkaitan dengan issue yang beredar saat ini, kami menyatakan bahwa kami tidak ada kerjasama dengan saudara SS,” tulisnya dikutip pada Jumat (24/1/2025).
Meski begitu, melalui klarifikasi tersebut Umpama juga menyatakan akan terus berkomitmen untuk menjaga integritas dan memberikan produk terbaiknya.
Selain itu, dengan adanya klarifikasi ini juga diharapkan dapat meluruskan segala informasi yang telah beredar di masyarakat.
“Semoga klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar,” katanya.
Sementara itu, diberitakan sebelumnya bahwa Shella Saukia mengungkapkan jika permasalahan brand hijab tersebut, sudah lama terjadi dan dikembalikan dikorek.
Menurutnya, hal itu terjadi pada awal ia merintis karirnya di tahun 2019 lalu, saat dirinya masih belajar untuk membuat brand sendiri.
“Jadi saya punya supplier yang ngebuatin hijab-hijab saya, waktu itu saya masih belajar untuk membuat brand sendiri, kalau sekarang sudah brand,” katanya.
Pada saat itu, lanjutnya, ia memiliki ide untuk membuat hijab yang ada bandonya, dan supplier nya memilihkan bahan hijab dari brand Umpama tersebut.
Setelah menjual produk tersebut, Shella mengklaim jika produknya banyak membantu pelaku UMKM, karena produknya yang viral dimana-mana.
“Saya tidak menempelkan brand sama sekali disana, karena kita baru juga belajar jadi maklum,” jelasnya.
Namun, lantaran banyaknya manik-manik atau payet dikerudung tersebut, sehingga membuat brand hijab aslinya tertutup.
Hanya saja, ia mengaku jika tidak ada niat sama sekali untuk menipu dengan menutup logo asli dari brand hijab itu.
“Itu tidak ada maksud untuk menipu, untuk merekayasa itu nggak ada maksud sama sekali,” imbuhnya.(edisi/pojoksatu)
Comment