Ekspor Kakao Indonesia Meroket, Harga Naik 115%, Volume Meningkat Tipis

EDISIINDONESIA.id- Ekspor kakao dan olahannya dari Indonesia menunjukkan kinerja positif selama periode Januari-November 2024. Hal ini diungkapkan oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti.

Meskipun volume ekspor hanya meningkat tipis sebesar 0,34% secara c-to-c, mencapai 314,96 ribu ton, namun nilai ekspor melonjak signifikan seiring dengan kenaikan harga rata-rata kakao di pasar internasional yang mencapai 115,13%. Harga rata-rata kakao di pasar internasional selama periode tersebut tercatat mencapai US$ 7,06 per kilogram.

Kenaikan harga ini dipicu oleh penurunan produksi kakao di sejumlah negara produsen utama seperti Ghana dan Pantai Gading. Kondisi ini membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk meningkatkan pendapatan dari komoditas ini.

“Kenaikan harga kakao di pasar internasional disebabkan oleh produksi kakao yang turun di beberapa negara produsen utama, seperti di Ghana dan Pantai Gading,” jelas Amalia.

Produk kakao yang diekspor Indonesia meliputi mentega, kakao butter, lemak dan minyak kakao (HS 1804) yang menyumbang 37,25% dari total ekspor, serta bubuk kakao tanpa tambahan gula atau pemanis yang berkontribusi sebesar 33,86%.

Selama periode Januari-November 2024, India menjadi tujuan ekspor terbesar kakao Indonesia dengan kontribusi 18,13% atau senilai US$ 418,5 juta. Disusul oleh Amerika Serikat (AS) dengan kontribusi 15,97% (US$ 368,6 juta) dan Malaysia dengan kontribusi 9,10% (US$ 210 juta). (**)

Comment