Survei SSDI: Mayoritas Pemilih di Kolaka Inginkan Pemimpin Baru

KOLAKA, EDISIINDONESIA.id – Survei Sinergy Data Indonesia (SSDI) jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November tahun 2024, menunjukkan bawah mayoritas pemilih di Kabupaten Kolaka menginginkan pemimpin baru.

Hal itu didasarkan pada survei yang dilakukan pada 18 sampai 23 September 2024 dengan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden 440 orang pemilih yang telah berusia 17 tahun atau yang sudah menikah.

Direktur Sinergy Data M Barkah Pattimahu mengungkapkan, dari sisi partisipasi pemilih di Kolaka, sebanyak 97,50% pemilih menyarakan akan datang ke Tempat Pemungutan Suara(TPS) untuk menggunakan hak pilihanya, hanya 1,14% yang menyatakan tidak akan memilih.

Kemudian, terdapat temuan menarik dari survei yaitu masyarakat Kolaka menginginkan hadirnya pemimpin baru untuk memimpin Kolaka 5 tahun kedepan. Pemilih yang menginginkan Pemimpin Baru dari survei itu sebesar 67, 04 %, sementara yang meinginkan pemimpin lama sebesar 20,91%, sementara terdapat 12,05% tidak tahu/tidak menjawab.

“Dalam temuan survei, terlihat pemilih pemula dan generasi Z yang menginginkan pemimpin baru sebesar 85,71%. Sementara yang menginginkan pemimpin lama sebesar 7,14 %,” ungkap Barkah melalui siaran persnya, Selasa (1/10/2024).

Ia juga menyebutkan, pemilih dengan tingkat pendidikan SD yang inginkan pemimpin baru sebesar 57,30%, pemilih SMP yang inginkan pemimpin baru 69,90% dan lulusan SMA yang ingin pemimpin baru mencapai 67,74% serta yang lulusan perguruan tinggi sebesar 73,33%

Berdasarkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, pemilih laki-laki yang inginkan pemimpin baru sebesar 69,55% dan pemimpin lama 18,64 %.

“Sementara itu, pemilih perempuan di Kolaka yang inginkan pemimpin baru sebesar 64,55% dan yang masih meninginkan pemimpin lama 23,18%,” Barkah menambahkan.

Untuk diketahui, Pilkada Kolaka diikuti oleh dua pasang calon masing-masing H Amri Jamaludin- Husmaludin dan pasangan lainnya H Muhammad Jayadin-Deni Germanto Lisan.

Diketahui Muhammad Jayadin adalah bagian dari kepemimpinan lama di Kolaka karena sudah 10 tahun lamanya menjabat sebagai Wakil Bupati Kolaka. Sementara salah satu paslon Amri Jamaludin adalah calon yang baru pertama kali ikut pada Pilkada Bupati Kolaka 2024 nanti.

Menurut Barkah, dua paslon ini mewakili dua kelompok tadi, yaitu menginginkan pemimpin baru yang menggambarkan sosok Amri Jamaludin dan pemimpin lama menggambarkan sosok Muhammad Jayadin.

“Besarnya pemilih Kolaka yang saat ini inginkan pemimpin baru menunjukan adanya keinginan untuk terjadinya perubahan kepemimpinan di Kolaka,” pungkasnya. (**)

Comment