Komitmen Ciptakan Lingkungan Ramah Anak, Pemkot Kendari Lakukan Evaluasi Penyelenggaraan Hingga Kampanyekan Stop Boros Pangan di Sultra

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sekda Kota Kendari membuka Workshop Pemenuhan Hak Anak dan Evaluasi Kota Layak Anak Tahun 2024, kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari, Rabu (22/5/2024).

Pemerintah Kota Kendari terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak melalui penyelenggaraan workshop pemenuhan hak anak. Workshop ini juga berfokus pada penginputan data evaluasi Kota Layak Anak (KLA) tahun 2024, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Kendari.

Sekda Kota Kendari Ridwansyah Taridala, saat membuka acara tersebut menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjamin hak-hak anak.

“Anak-anak adalah aset berharga bagi masa depan kita. Tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan fisik, mental, dan emosional mereka,” ujarnya.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah sesi tentang peran teknologi dalam mendukung pemenuhan hak anak.

Dalam sesi ini, dijelaskan bagaimana aplikasi digital dapat digunakan untuk memantau dan melaporkan pelanggaran hak anak serta mendukung program-program edukasi.

Peserta diajarkan cara mengoperasikan perangkat lunak ini dan memahami pentingnya data yang akurat dan real-time dalam pengambilan keputusan kebijakan.

Selain itu, workshop juga membahas tentang pentingnya peran keluarga dan komunitas dalam mendukung tumbuh kembang anak. L

Peserta diberi pengetahuan tentang cara-cara praktis untuk menciptakan lingkungan rumah dan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Hal ini meliputi pendidikan tentang hak-hak anak, pentingnya pola asuh yang positif, serta strategi untuk mencegah kekerasan dan diskriminasi.

Puncak dari workshop ini adalah penginputan data evaluasi Kota Layak Anak tahun 2024. Setiap peserta dari instansi terkait berpartisipasi aktif dalam pengisian data ini, yang mencakup berbagai indikator seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, dan partisipasi anak.

Data ini akan menjadi dasar dalam penilaian dan perbaikan program-program yang ada untuk mewujudkan Kendari sebagai Kota Layak Anak

Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh peserta untuk terus berkomitmen dalam upaya pemenuhan hak anak di Kota Kendari.

“Masa depan Kendari ada di tangan anak-anak kita. Mari kita pastikan mereka mendapatkan hak-hak mereka dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung. Dengan kerja sama yang baik, saya yakin kita bisa mewujudkan Kendari sebagai Kota Layak Anak yang sesungguhnya,” tegasnya.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam perjalanan Kendari menuju predikat Kota Layak Anak, dengan sistem yang lebih baik, data yang akurat, dan program yang lebih tepat sasaran demi masa depan anak-anak yang lebih cerah.

Pemkot Kendari Jadi yang Pertama Kampanyekan Stop Boros Pangan di Sultra

Sebagai upaya menangani kerawanan pangan, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari mengambil langkah proaktif dengan menyerahkan bantuan cadangan pangan berupa beras di Kelurahan Mokoau, Selasa (21/5/2024).

Dalam pertemuan tersebut, Pj. Wali Kota Kendari menyampaikan pentingnya kesadaran akan pengelolaan pangan yang baik dan efisien.

Dimana, salah satu upaya yang diusung adalah kampanye “Stop Boros Pangan” tahun 2024. Kampanye ini bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola dan mengonsumsi pangan secara bijaksana, sehingga dapat mengurangi kerawanan pangan.

“Kota Kendari menjadi Kota pertama di Sulawesi Tenggara yang melaksanakan Kampanye Stop Boros Pangan ini, untuk itu melalui kampanye stop boros pangan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya memanfaatkan pangan secara maksimal dan mengurangi pemborosan,” ungkapnya.

Bantuan cadangan pangan berupa beras yang diserahkan oleh Pj. Wali Kota Kendari juga menjadi salah satu bentuk dukungan konkrit dalam menangani masalah ini.

“Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka secara sementara, sambil di sisi lain, kampanye stop boros pangan terus dilakukan untuk mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Langkah-langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kendari dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Selain memberikan bantuan langsung, penting juga untuk terus mengedukasi masyarakat tentang cara-cara mengelola pangan dengan baik, mulai dari penyimpanan, pengolahan, hingga penggunaan sisa makanan.

Pj Wali Kota Kendari juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam mengatasi masalah ini, karena kerawanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama semua pihak. (adv)

Comment