KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Merah Putih Berkibar (MPB) Indonesia menggelar aksi domonstrasi di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (29/4/2024).
Dalam aksinya, MPB Indonesia meminta Kejati Sultra mendalami peran PT Rasih Cahaya Bintang Mineral (RCBM) yang diduga terlibat dalam pusaran korupsi di wilayah IUP PT Antam Blok Mandiodo, Kabuten Konawe Utara (Konut).
Koordinator aksi, Ados dalam orasinya mengungkapkan, PT RCBM diduga ikut terlibat dalam pusaran Tipikor dengan melakukan pembelian cargo nickel di wilayah IUP PT Antam Blok Mandiodo.
Pihaknya menemukan, PT RCBM diduga sudah mengeluarkan beberapa kapal tongkang yang diduga cargo yang diangkut tersebut berasal dari wilayah IUP PT Antam.
Selain itu, direktur PT RCBM pernah dipanggil oleh Kejari Konawe sebagai perusahan trading yang melakukan pembelian ore di wilayah IUP PT Antam.
Olehnya itu, pihaknya meminta Kejati Sultra untuk memanggiL Direktur PT RCBM sebagai klarifikasi atas dugaan tersebut.
Selain itu, pihaknya juga meminta Kejati Sultra untuk memastikan kebenaran informasi atas surat panggilan Kejari Konawe kepada direktur PT RCBM.
“Kami meminta kejaksaan agar menadalami kembali terkait keterlibatan perusaan PT Rasih Cahaya Bintang Mineral terkait pusaran kasus Antam Tbk blok Mandiodo,” tegas Ados.
Ia juga menegaskan agar Kejaksaan tidak tebang pilih dalam proses penegakan hukum dan menuntaskan secara keseluruhan terhadap perusahaan yang terlibat dalam pusaran kasus korupsi blok Mandiodo.
“Kami secara kelembagaan mendukung setiap langkah kejaksaan tinggi dalam memberantas para pelaku-pelaku penambang Ilegal di wilayah Sulawesi Tenggara,” pungkanya
Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Sultra Dody dalam keterangannya di hadapan massa aksi mengatakan pernyataan sikap telah ia terima dan selanjutnya akan menyampaikan ke pimpinan.
“Nanti pernyataan sikap adik adik akan saya teruskan ke pimpinan. Namun demikian, tetap akan ditelaah apakah masuk dalam kategori Tipikor atau ilegal mining,” ucapnya. (**)
Comment