KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Banjir dan longsor kerap terjadi di Kota Kendari sehingga hal ini harus menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hal itu disampaikan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, LM. Rajab Jinik. Dikatakannya musibah banjir dan longsor ini harusnya Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto malu. Pasalnya, Kota Kendari merupakan Ibu Kota Provinsi Sultra.
Selain itu, lokasi banjir sering dilintasi oleh Pj Gubernur Sultra saat mengendarai sepeda ataupum mobil. Karena langganan banjir dengan rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sultra.
“Masalah di depan mata tidak bisa diselesaikan, sehingga saya katakan Pak Pj Gubernur harus malu atas kondisi ini,” jelasnya, Jumat (1/3/2024).
Sehingga kata politikus Golkar musibah ini harus menjadi perhatian penuh Pemprov Sultra. Pj Gubernur harus pekah terhadap setiap persoalan yang terjadi di Kendari, karena ketika hanya mengandalkan APBD Kota Kendari dapat mengatasi banjir dan longsor.
Kemudian Pemerintah Pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kendari, Balai Kawasan Permukiman dan Perumahan (BKPP) juga harus memberikan perhatian untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Untuk mengatasi hal ini harus berkolaborasi antara Pemerintah pusat, Pemprov dan Pemkot,” bebernya.
Dalam kesempatan itu, Rajab Jinik mengatakan Kota Kendari merupakan ikon sehingga hal ini harus diberikan perhatian penuh.
“Semua harus terlibat, apalagi Kota Kendari merupakan wajah bumi anoa, sehingga harus diperhatikan,” tandasnya.(**)
Comment