KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diawal tahun 2024 ini mengalami peningkatan.
Hal tersebut berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, dimana hingga 16 Januari 2024 angka kasus DBD di Kota Kendari mencapai 261 kasus.
Dari jumlah tersebut, 58 orang masih dalam perawatan medis yang tersebar di sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Kendari. Dari total 261 kasus DBD tersebut, 203 orang dinyatakan sembuh dan 1 meninggal dunia.
Berdasarkan hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi mengimbau masyarakat Kota Kendari tetap tenang, kemudian melakukan aksi pemberantasan sarang nyamuk melalui upaya 3M Plus.
“3M Plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia,” ungkapnya.
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk menjadi duta pencegahan DBD, minimal di lingkungan dan rumah masing-masing.
“Karena kalau kita sudah menjamin bahwa dilingkungan atau rumah kita sudah tidak ada tempat berkembang biaknya nyamuk, maka kita akan terhindar dari penyakit DBD,” ujarnya.
Adapun, ciri-ciri orang yang terkena serangan DBD antara lain, demam yang berkepanjangan, demam yang disertai nyeri bagian kepala, terdapat bintik-bintik merah di kulit, serta sering mual dan muntah saat sakit demam.
“Makanya kita imbau kepada seluruh masyarakat yang memang terdapat gejala-gejala tersebut dan sudah diberikan obat penurun panas yang sering dikonsumsi sehari-hari namun tidak ada perubahan signifikan, agar segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan setempat atau rujukan,” pintanya.
Kabid P2P juga mengingatkan kepada masyarakat agar tetap menjaga pola hidup bersih, hindari genangan air didalam maupun diluar sekitar rumah, dan hindari gantungan pakaian karena seringkali menjadi tempat sarang nyamuk. (**)
Comment