Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kota Kendari Marak Terjadi

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kendari dalam beberapa waktu terakhir marak terjadi.

Padahal, Kota Kendari baru-baru ini menyerahkan penghargaan kepada sejumlah kecamatan dan OPD sebagai wilayah ramah anak.

Hal tersebut membuat ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, L.M Rajab Jinik prihatin terhadap kejadian tersebut.

“Saya pribadi sangat menyayangkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di kota Kendari, semoga ini tidak terulang lagi,” tegasnya saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (12/12/2023).

Dia meminta pihak terkait dalam hal ini, Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak segera melakukan pendampingan terhadap para korban.

“Dinas PPPA ini jangan hanya mendampingi, tetapi juga memberikan pendampingan yang memang diatur oleh negara, seperti pendampingan hukum, pendampingan psikologis,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak harus menyiapkan satuan kerja di kelurahan hingga di tingkat RT.

Pasalnya, kata dia, jika hanya mengandalkan Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan unit pelayanan terpadu saja tidak akan menyelesaikan masalah.

“Makanya kami meminta pihak terkait mengubah pola pendekatan terhadap masyarakat. Kalau bisa sampai ditingkat RT dan RW dilakukan sosialisasi atau membentuk relawan di tingkat paling bawah sehingga sosialisasi kepada masyarakat sampai,” jelasnya. (**)

Comment