Pedagang Pasar Tradisional Kendari Mengeluh Stok Beras Terbatas

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pedagang beras di Pasar Tradisional Andonohu Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluh lantaran mendapatkan stok beras terbatas.

Pedagang beras, Hamsina mengatakan pihaknya hanya boleh menyetok beras sebanyak 5 karung berukuran 50kg per karung.

“Stoknya dari Kendari, tapi sekarang tidak bisa ambil banyak-banyak. Biasanya ambil 20 sak yang ukuran 50 kg, sekarang tidak bisa, saya pesan cuma dikasih 5 sak,” katanya saat ditemui di lapak jualannya.

Pembatasan itu kata dia, lantaran stok beras yang ada di pemasok juga sedang berkurang, yang kemungkinan besar diakibatkan kondisi kekeringan saat ini yang menyebabkan sawah kering dan hasil produksi panen berkurang.

“Di batasi, karena masalahnya mereka juga dari distributor kurang. Karena stoknya di lokasi tidak ada, katanya musim kemarau, panas, kering tanah, kurang berasnya,” bebernya.

Untuk harga berasnya sendiri masih bertahan dikisaran Rp13 ribu per liter untuk beras Kepala, Rp12 ribu per liter untuk beras ciliwung dan Rp11 ribu per liter untuk beras dolog.

Sedangkan ukuran 5 kilo nya dihargai Rp65 ribu untuk beras ciliwung dan Rp75 ribu per 5 kilo untuk beras kepala. Ukuran 10 kg beras kepala dihargai Rp150 ribu dan beras ciliwung dihargai Rp130 ribu.

Hamsina berharap, harga beras maupun stok beras bisa kembali normal, agar para pembeli tidak kesusahan berbelanja kebutuhan pokok.

“Masih naik belum ada tanda-tanda turun. Harganya naik sejak musim kemarau. Maunya supaya normal kembali harga beras supaya pembeli tidak setengah mati belanja,” ujarnya.

“Apalagi anak kos sekarang, kebanyakan mereka cari beras yang murah sesuai keuangan mereka,” tambahnya. (**)

Comment