BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Kepala Kantor Seksi Logistik Bulog Bombana, Jefry Tanasy mengatakan program yang ditawarkan akan memihak pada kesejahteraan petani dan masyarakat Bombana dengan program stabilisasi stock dan pasar murah, Rabu (11/10/2023).
Diketahui saat ini dibeberapa daerah di Sulawesi Tenggara harga beras naik sampai menyentuh diangka Rp 15.000 per kilogram.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di wilayah Bombana, tetapi diseluruh wilayah NKRI, dimana harga jual beras di pasaran dan toko menuai respon pro dan kontra terhadap masyarakat, tidak terkecuali dengan masyarakat Kabupaten Bombana.
Dalam hal kenaikan harga beras Kepala Kantor Seksi Logistik Bulog Bombana Jefry Tanasy saat ini ia dan pihaknya sedang merealisasikan program Stabilisasi Pasokan Harian (SPH), selain melempar beras ke mitra Bulog di pasar program ini telah berjalan di awal tahun.
“Kami sedang melakukan program Stabilisasi Pasokan Harian (SPH), selain melempar beras ke mitra Bulog di pasar-pasar,” ucap Jefry.
Selain itu, ia sedang menjalankan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana dan saat ini telah dilakukan 2 tahap dalam periode bulan September, Oktober, November yakni (BAPANG) Bantuan Pangan, dan Pasar Murah untuk program BAPANG 10Kg beras per keluarga.
Jefry Tanasy mengungkapkan fenomena tersebut dikarenakan beberapa hal, salah satunya adalah ketersediaan stock dan dampak dari bencana El Nino.
Ia mengatakan ada kemungkinan fenomena ini akan terus berlanjut hingga Januari 2024.
“Di tahun ini tidak terjadi Panen Raya, tidak serempak dan panen terjadi spot-spot ditambah lagi bencana El Nino sehingga harga cenderung naik dan masyarakat Bombana untuk ketersediaan stock beras, tetapi masyarakat Bombana tidak perlu khawatir,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan dalam hal kenaikan harga beras tentunya berdampak pada petani dan masyarakat umum. Dia dan pihaknya akan mengedepankan aspek keseimbangan sosial ekonomi pada masyarakat Bombana dan petani khususnya.
“Kami lebih mengedepankan aspek keseimbangan sosial dan ekonomi, sehingga bagaimana Para petani juga harus sejahtera masyarakat umum pun demikian,” ungkap Jefri.
Dia menambahkan diinformasikan Kantor Seksi Logistik Bulog Bombana memiliki 3 gudang stock beras, 2 di daerah Bombana dan 1 berada di daerah Konawe Selatan. Dalam skala nasional produksi dalam negeri sedang menurun, pemerintah melalui Bulog mengambil langkah mengimpor beras dari luar negeri.
“Dan akan selalu ada penambahan stock sehingga ketersediaan Stock akan dipastikan mencukupi hingga beberapa bulan kedepan. Khusus Bombana penambahan stock sampai 1000 ton, dan bulan 11 dan 12 ada penambahan lagi sekitar 750 ton,” pungkasnya. (**)
Comment