Ratusan Guru di Kendari Ikuti Pelatihan Pembimbing Pendidikan Inklusif pada Anak Berkebutuhan Khusus

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Ratusan guru di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti pelatihan guru pembimbing pendidik inklusif pada anak berkebutuhan khusus jenjang TK, SD dan SMP.

Giat yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kendari ini, dibuka langsung oleh Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari, bertempat di salah satu hotel Kota Kendari, Jumat (6/10/2023).

Asisten III Setda Kota Kendari Makmur menjelaskan, pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus atau inklusif, diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 70 tahun 2009 tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewah.

Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia belum merata dan berkembang sesuai harapan. Hal ini disebabkan masih terbatasnya pengetahuan dan pemahaman pendidik dan tenaga kependidikan tentang konsep dan implementasi pendidikan inklusif.

“Terkait hal itu bahwa, setiap satuan pendidikan yang melaksanakan pendidikan inklusif harus memiliki tenaga pendidikan yang mempunyai kompetensi menyelenggarakan pembelajaran bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bahwa pendidikan inklusif merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena perbedaan fisik, emosional, mental, sosial dan memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

“Pendidikan inklusif memiliki tujuan untuk mengurangi sikap diskriminatif pada anak berkebutuhan khusus, untuk itu peranan seorang guru pembimbing khusus sangat diperlukan dalam mengoptimalkan perkembangan anak secara akademik maupun non akademik,” bebernya.

Sehingga, ia berharap dengan adanya pelatihan tersebut guru pembimbing atau pendamping bisa bersemangat dalam menangani anak-anak yang berkebutuhan khusus.

Sementara itu, Kepala bidang PTK Dikmudora Haslita mengungkapkan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pembelajaran tentang bagaimana memperlakukan anak-anak didik yang berkebutuhan khusus.

“Murid yang berkebutuhan khusus di Kota Kendari cukup tinggi, sehingga membutuhkan bimbingan khusus bagi bapak/ibu guru di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (**)

Comment