KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Realisasi belanja APBN Kementerian Negara/Lembaga (K/L) di wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) capai Rp4,44 triliun atau 62,65 persen dari total pagu sebesar Rp7,09 triliun.
Didampingi Kasi Pencairan Dana Posma Amando dan Kasi Bank KPPN Kendari Yanur Perdana, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kendari Agung Mulyono menyampaikan, capaian tersebut masih kurang dari target nasional, yaitu realisasi triwulan III 2023 yang ditargetkan sebesar 72,5 persen.
Disebutnya, realisasi belanja K/L tersebut meliputi, belanja pegawai sebesar Rp1,32 triliun atau 75,36 persen, belanja barang Rp1,76 triliun atau 56,97 persen, belanja modal Rp1,35 triliun atau 60,57 persen dan bantuan sosial sebesar Rp3,9 miliar atau 44,27 persen.
Sementara untuk penyaluran transfer ke daerah dan Dana Desa (DD) total penyalurannya sebesar Rp6,09 triliun atau 64,61 persen dari pagu sebesar Rp9,43 triliun.
“Realisasi penyaluran dana Rp6,09 triliun itu terdiri dari dana bagi hasil sebesar Rp973,3 miliar, dana alokasi umum Rp3,26 triliun, DAK fisik Rp395,5 miliar, DAK non fisik Rp926,3 miliar, dana insentif daerah 5,72 miliar, dana desa sebesar Rp525,05 miliar,” sebut Agung, Senin (2/10/2023).
Sementara, untuk progres pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan realisasi pembiayaan KUR tahun 2023 mengalami tren pertumbuhan positif dengan nilai penyaluran sebesar Rp420,28 miliar kepada 9.979 debitur.
Jenis pembiayaan KUR kepada debitur tersebut diantaranya, KUR kecil dengan total debitur 613 penyalurannya sebesar Rp145,66 miliar, debitur mikro sebanyak 5.367 penyalurannya Rp249,6 miliar, debitur supermi sebanyak 1.496 penyalurannya Rp14,2 miliar dan debitur Ultra Mikro (UMi) sebanyak 2.503 penyalurannya sebesar Rp10,7 miliar.
Agung menambahkan, progres pembiayaan UMi dengan realisasi pembiayaan UMi mengalami tren pertumbuhan positif dengan nilai penyaluran sebesar Rp29,66 miliar untuk dan 6.963 debitur.
Penyaluran UMi itu dilaksanakan oleh Pegadaian dengan jumlah debitur 67 jumlahnya Rp534,4 juta dan PNM sebanyak 6.896 debitur penyalurannya Rp29,12 miliar. (**)
Comment