Mendag Bawa Kabar Soal Stok Beras Indonesia

EDISIINDONESIA.id – Harga beras di sejumlah daerah saat ini sedang melonjak. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harga beras premium mencapai Rp 13.000 per kilogram.

Presiden Joko Widodo mengatakan tingginya harga beras karena ada 19 negara yang membatasi impor pangan mereka.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena Indonesia memiliki cadangan beras yang cukup banyak.

Menurut dia, stok beras nasional masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok (beras) kita banyak, ada 1,6 juta ton. Tidak usah khawatir,” kata Zulkifli saat ditemui di Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (17/9).

Selain stok 1,6 juta ton, Zulkifli mengatakan saat ini ada 400 ribu ton beras yang sedang dalam perjalanan menuju Indonesia.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa Indonesia masih memerlukan tambahan untuk memperbanyak stok beras.

“Berapa saja yang diperlukan, tetapi stoknya 2 juta ton, jadi, aman,” kata dia.

Guna menanggulangi tingginya harga beras, Zulkifli mengatakan bahwa pemerintah akan menggelontorkan bantuan beras kepada masyarakat secara besar-besaran dengan alokasi sepuluh kilogram per kepala keluarga (KK).

Pemerintah, kata dia, telah mengalokasikan bantuan beras dengan sasaran 21 juta KK selama periode September, Oktober, November 2023.

“Jadi, beras banyak dan cukup. Oleh karena itu, kami bagi beras setiap hari besar-besaran,” ujarnya.

Salah satu negara yang mengekspor beras ke Indonesia adalah India. Tahun ini, India membatasi jumlah ekspor untuk mengamankan stok pangan mereka. (edisi/jpnn)

Comment