EDISIINDONESIA.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut Indonesia sebagai negara yang beruntung, karena perekonomiannya cukup resilien dan terjaga di tengah badai krisis.
Pertumbuhan perekonomian Indonesia, konsisten berada di atas angka 5 persen. Bahkan, tumbuh 5,17 persen pada kuartal lalu.
Hal itu disampaikan Sri Mulyani, dalam Forbes CEO Global Conference di Singapura, Senin (11/9).
“Lebih beruntungnya lagi, kita melaluinya tanpa banyak drama,” kata Sri Mulyani via Instagram.
Dalam sesi yang dimoderatori Rich Karlgaard, Futurist & Editor-at-Large Forbes Media, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyampaikan beberapa topik.
Salah satunya, mengenai ketidakpastian. Baik itu ketidakpastian geopolitik, suku bunga, ataupun perjanjian dagang antar negara.
Di tengah situasi ini, Sri Mulyani berpendapat, para pemimpin dunia harus aktif di dalam berbagai forum diskusi. Termasuk, dalam mengatasi perubahan iklim.
Mulai dari forum tingkat tinggi seperti COP atau konferensi yang membahas soal perubahan iklim, hingga beragam diskusi lain terkait upaya saling membangun kapasitas serta berbagi pengetahuan dan sumber daya, untuk menahan dampak perubahan iklim.
“Saya juga sampaikan kepada Karl, mengenai dua topik yang cukup disorot Indonesia dan dunia, yakni bonus demografi dan Al. Dua hal ini sama-sama harus ditangani secara hati-hati, agar dapat membawa lebih banyak manfaat bagi bangsa,” pungkas Sri Mulyani. (edisi/RM)
Comment