Sosok Bakal Cawapres Prabowo Subianto Masih Tanda Tanya, Ada Banyak Stok dari Golongan Muda

EDISIINDONESIA.id – Bakal Cawapres Prabowo Subianto sejauh ini masih tanda tanya, Pengamat Politik Unhas Makassar, Sukri Tamma menyebut, Prabowo bakal lebih hati-hati.

Sukri mengatakan, Prabowo akan mencoba menjaga etika Politik dengan membahas Cawapresnya bersama Partai Koalisi.

“Meskipun Prabowo barangkali cukup otoriter, tapi Prabowo mungkin menghargai partai-partai koalisi,” ujar Sukri kepada fajar.co.id, Sabtu (9/9/2023).

Menyinggung Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bersama PKB yang hengkang ke kubu Surya Paloh, Sukri melihat Prabowo saat ini akan sangat bergantung pada PAN dan Golkar.

“Sekarang Prabowo akan sangat bergantung pada konsultan PAN dan Golkar tetap mendukung karena kalau hilang salah satunya, agak sulit mereka untuk terus maju,” lanjutnya.

Sukri menuturkan, yang perlu dijaga Prabowo adalah komunikasi yang mesti dibicarakan dengan koalisi dalam penentuan Cawapres.

“Dua partai pengusung ini kan memang mengusulkan nama begitu yah, mewacanakan nama, Golkar mewacanakan Airlangga Hartanto kemudian muncul juga nama Ridwan Kamil, kemudian dari PAN itu kan, sejak awal PAN menominasikan Erik Tohir begitu yah,” Sukri memaparkan.

Sejak awal, lanjut Sukri, hal tersebut harus dibicarakan. Jangan sampai terjadi hal yang dapat membuat prahara dalam koalisi tersebut.

Tambah dia, jika berbicara anak muda, saat ini yang kelihatan di publik masih seputar tiga orang. Di antaranya, Sandiaga Uno, Erick Thohir, dan Ridwan Kamil.

“Atau yang lebih muda lagi yang sekarang ini sedang polemik terkait dengan usia Cawapres karena ada juga wacana Gibran Wali Kota Solo anak Pak Jokowi,” tukasnya.

“Tetapi usianya yang belum sampai ini, belum memenuhi syarat saat ini sehingga ada permintaan agar sedang diuji materilkan di MK terkait dengan usia Cawapres yang dibolehkan sampai di 35 tahun,” sambung dia.

Dibeberkan Sukri, sosok-sosok tersebut bisa mewakili konsepsi muda, dan pastinya akan menguntungkan Prabowo.

“Kalau misalnya MK menerima uji materiil itu, saya kira juga yah bisa saling membantu karena kalau Sandiaga tentu sudah ada kemistri lah dengan Prabowo karena pernah sama-sama waktu itu,” tukasnya.

Diceritakan Sukri, Sandiaga dan Anies pernah diusung koalisi Golkar dan PKS dan Gerindra dan mampu meraih kemenangan di DKI Jakarta.

“Sehingga pernah bekerjasamalah kurang lebih, di samping itu tentu kita mengetahui, Sandiaga selama ini dianggap sebagai seorang politisi yang secara sumber daya ekonomi itu cukup besar dan tentu akan bisa diharapkan bisa menopang,” tandasnya.

Selanjutnya, Sukri melihat mereka yang mewakili segmen muda diharapkan bisa menarik pemilih pemula atau pemilih muda, gen Z, dan seterusnya.

“Erick Thohir saya kira juga kurang lebih seperti itu, termasuk Ridwan Kamil. Cuma barangkali kan selain itu tentu pasangannya kan diharapakan bisa menarik simpati basis-basis tertentu, tidak hanya golongan usia tapi juga basis tertentu. Nah dalam ini misalnya sekali lagi orang bicara tentang NU misalnya atau basis-basis provinsi keprovinsian misalnya,” imbuhnya.

Berkaca di Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil bisa menjadi kekuatan besar. Apalagi, dia merupakan Gubernur yang mampu menaklukkan hati rakyatnya selama menjabat.

Sementara Gibran, jika MK mengabulkan usulan batas usia Cawapres, maka akan mampu menarik simpatisan Jokowi.

“Jadi yah masing-masing punya kelebihannya dan tentunya akan bergantung Prabowo dan bagaimana nanti koalisinya untuk berbicara untuk menentukan apakah kemudian mereka akan mengambil yang mana di dalam konteks ini,” paparnya.

“Sepertinya jika dari tokoh muda sulit akan mendapatkan kejutan yah, kecuali dari nama-nama yang sudah ada selama ini termasuk Gibran saya kira yang memang masih terhambat karena usia,” kuncinya. (edisi/fajar)

Comment