KENDARI, EDISIINDONESIA.id – 75 warga Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengikuti pelepasan sebagai calon jemaah umrah tahun 1445 Hijriah atau 2023 Masehi.
Pelepasan tersebut dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu. Bertempat di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Rabu (30/8/2023).
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Kendari, Sunardin mengatakan bahwa calon jemaah umrah ini akan diberangkatkan dari Kota Kendari ke Embarkasi Makassar pada 1 September 2023 mendatang.
“Kemudian akan diberangkatkan menuju Makkah pada 2 September,” katanya usai pelepasan calon jemaah umrah.
Ia menyampaikan, dari 75 calon jemaah umrah, 40 orang diantaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga honorer, tenaga kebersihan, marbot masjid dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKNT).
Serta beberapa lainnya merupakan masyarakat yang mendapat doorprize saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
“Dan sisanya masyarakat secara umum yang ikut bergabung,” ujarnya.
Lanjut ia berpesan kepada calon jemaah umrah untuk menjaga kesehatan, sebab ibadah umrah ini sudah pasti adalah ibadah fisik.
“Kemudian kita berharap supaya memanfaatkan waktu yang sangat singkat ini, hanya 10 hari. 7 hari di Makkah untuk beribadah dengan baik. Selama disana manfaatkan waktu tidak terlalu banyak tawaf di hotel, toko – toko, tapi perbanyak tawaf di Masjidil Haram,” pesan nya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan bahwa pelaksanakan ibadah haji atau pun umrah bukan hanya karena kemampuan dari sisi ekonomi, kemampuan fisik, kesehatan, dan kekuatan ilmu agama dan mental.
“Melainkan karena semata-mata panggilan Allah SWT,” ucapnya.
Kata dia, ibadah umrah harus dipahami sebagai perjalanan spiritual, dalam rangka mendekatkan diri kepada sang pencipta untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, sebagai bentuk pengakuan manusia. (**)
Comment