Bachmid: Pernyataan Samson Atapary Itu ASBUN

MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Pernyataan politisi PDIP yang juga Anggota DPRD Provinsi Maluku Samson Attapary kepada Ketua Kwarda Maluku Widya Pratiwi dan juga Bendahara Kwarda Maluku pada sejumlah media terkait laporan pertanggungjawaban fiktif bantuan hibah Pemda Maluku dengan nilai anggaran sebesar Rp 2,5 Miliar yang dianggap hoaks dikecam oleh berbagai pihak.

Kali ini, kecaman itu datang langsung dari salah satu Kader PAN yang juga Calon Anggota DPRD Provinsi Maluku, Fuad Bachmid.

Menurut Bachmid yang maju dari Dapil II Buru-Buru Selatan (Bursel) itu, pernyataan Atapary yang tanpa melakukan chek and ricek dan terkesan liar itu menunjukan bahwa semangat yang dibangun politisi PDIP itu terindikasi mengarah ke fitnah dan menebar kebencian sehingga terkesan menyuguhkan publik dengan statemen statemen yang tak bisa dipertanggung jawabkan

“Pernyataan seperti itu terkesan asbun (Asal Bunyi) dan mengarah ke fitnah, sehingga sangat disayangkan ditengah proses konsolidasi demokrasi di Maluku ini rakyat bukan lagi disuguhkan dengan berita berita yang konstruktif, berita-berita yang mencerdaskan, sebaliknya hanya disuguhi pernyataan pernyataan yang terkesan proses pembodohan kepada masyarakat,” ujar Fuad Bachmid, di Kota Namlea, Kabupaten Buru, Jumat (21/7/2023).

Bachmid pun mengaku heran, oknum anggota DPRD tersebut lebih memposisikan dirinya seperti penegak hukum lalu mengeluarkan kesimpulan kesimpulan yang bukan ranahnya.

“Apa urusannya seorang Anggota DPRD mengeluarkan narasi tak bedanya penegak hukum, langsung memvonis secara matematis, padahal kan bukan ranahnya, secara matematis ada lembaga lembaga lain seperti BPK yang memiliki kewenangan secara institusi untuk menghitung segala temuan berkaitan penggunaan keuangan negara,” ucapnya.

Olehnya itu, Bachmid pun meminta kepada oknum-oknum Wakil Rakyat di Karpan itu agar tak perlu membangun citra dengan memakai cara-cara yang diluar batas kesantunan berpolitik. Sebab, kemaslahatan rakyatlah yang harus menjadi prioritas ketimbang pencitraan.

“Mereka itu tak menyuguhi terobosan terobosan program yang cenderung ke kemaslahatan orang banyak dalam tataran fungsi dan tugas tugasnya, sebaliknya hanya berkutat pada soal soal pencitraan diri dengan memaksa opini opini negatif yang mewarnai jagad pemberitaan,” katanya. (**)

Comment