KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Perbuatan tak terpuji, seorang oknum TNI yang berdinas di Polisi Militer (POM) Kendari diduga memperkosa seorang mahasiswi hingga mengalami pendarahan.
Peristiwa itu terjadi di salah satu perumahan, di Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulewesi Tenggara (Sultra).
Kuasa hukum korba, Andre Darmawan menyebut, saat ini ia bersama dengan pihaknya sudah mendampingi klienya melaporan di mako POM Kendari.
“Kami sudah melakukan pelaporan dan sudah menemani korban untuk visum di Rumah Sakit Korem,” ujar Andre sesuai pengakuan klienya kepada media edisiindonesia.id, Kamis (6/7/23).
Kemudian, Alumni aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu mengutarakan bahwa kejadian dugaan pemerkosaan ini bermula, pada Senin (26/6) lalu. Terduga pelaku Prada Fahri menjemput korban berinisial L (21) dengan alasan jalan-jalan. Akan tetapi, korban malah dibawah kelokasi kejadian.
“Jadi, menurut pengakuan klien kami, awalnya ia tidak ingin turun dari mobil, hanya saja ia di dipaksa,” ungkap Andre.
“Saat didalam kamar, korban dipaksa dan diancam untuk melakukan berhubungan badan, usai kejadian terdapat darah di selimut hingga dinding kamar,” tambahnya.
Selain itu, Andre menjabarkan, sebelum ia mendampingi korban memasukan laporan, pihak keluarga korban sempat memberikan kesempatan terhadap terduga pelaku agar bertanggung jawab.
Namun, terduga pelaku Prada Fahri hanya sekedar memberi janji.
“Terduga pelaku sudah bejanji akan bertanggung jawab, hanya saja terduga pelaku hingga kini belum mendatangi korban. Maka dari itu keluarga korban memilih jalur hukum,” jelasnya.
Sementara itu, saat wartawan media edisiindonesia.id berupaya mengkonfirmasi, dengan mendatangi kantor POM Kendari akan tetapi Komandan Detasemen Polisi Militer (Dempom) XIV/3 Kendari, Mayor CPM Usamma tidak sedang berada di kantornya.
Kemudian, upaya lainnya juga sudah dilakukan dengan menghubungi melalui pesan Whatshaap, namun Mayor CPM Usamma belum membalasa pesan tersebut.(**)
Comment