Sidak Jelang Idul Adha, Disperdagkop: Semua Masih dalam Keadaan Stabil

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan sidak di pasar tradisional dan distributor, jelang hari raya Idul Adha 1444 Hijriah, pada 29, Juni 2023 mendatang.

Sidak tersebut dilakukan, di Pasar Sentra Kota Kendari, Pasar Basah Mandonga, dan di salah satu distributor yaitu PT. Wira Eka Persadatama Kendari, Jumat (23/6/2023).

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperdagkop UKM) Kota Kendari, Alda Kesutan Lapae mengatakan sidak tersebut rutin dilakukan oleh pihaknya bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

“Kegiatan seperti ini biasa kami lakukan sebelum masuk hari-hari besar seperti natal, tahun baru, termasuk hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, atau mungkin juga saat mau masuk bulan suci Ramadhan,” katanya usai melakukan sidak.

Alda menyampaikan bahwa, sidak tersebut bertujuan untuk memastikan kebutuhan bahan pokok (Bapok) masyarakat, khususnya yang ada di Kota Kendari jelang hari raya Idul Adha apakah masih tersedia atau hanya bertahan pada saat sidak saja.

“Tapi kalau melihat kondisi yang tadi, ketersediaan itu cukup untuk semua bapok dan kenaikan harga belum kelihatan,” ujarnya.

Bahkan kata dia, ada beberapa Bapok yang masih dalam harga stabil, seperti daging sapi namun biasanya akan mengalami kenaikan saat 2 atau 3 hari sebelum memasuki hari raya.

Namun, kata dia kenaikan harga tersebut biasanya tidak terlalu jauh, yakni naik sekitar Rp 10 ribu – Rp 15 ribu. Sementara untuk bahan-bahan lain, seperti cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, bawang putih dan telur juga masih dalam keadaan stabil.

“Bahkan kalau tiba nanti 3 hari sebelum hari raya, itu harga tidak bergerak, biasanya seperti itu. Terkecuali kebutuhan atau banyaknya permintaan masyarakat, biasa harga naik. Tetapi kalau distributor masih tetap harga,” jelasnya.

“Hasil kunjungan kami tadi keadaan harga semua masih dalam keadaan stabil,” tambahnya.

Untuk diketahui, harga daging sapi saat ini Rp 140 ribu/kg, bawang merah Rp 40 ribu/kg, bawang putih Rp 40 ribu/kg, cabai rawit Rp 40 ribu/kg – Rp 45 ribu/kg, dan beras Rp 12 ribu/kg.

Lanjut Alda berpesan kepada seluruh pedagang agar tidak bermain dengan harga atau bahkan menimbun bapok kemudian dijual dengan harga yang lebih tinggi, karena stok yang diperlihatkan kepada pembeli kelihatan sedikit.

“Jangan sampai mereka timbun yah, biasakan begitu 3 hari sebelum lebaran ditimbun dulu, nanti kelihatan kurang batu dia naikkan, itu bisa terjadi kenaikan harga,” ungkapnya.

“Tapi itu kita harapkan agar tidak seperti itu, karena kami punya tim tang akan terus memantau di pasar. Untuk kenaikan harga tidak ada yang dikhawatirkan, masih dalam keadaan wajar,” tutupnya.

Sementara itu, Inspektur Kota Kendari sekaligus Ketua TPID Kendari, Syarifuddin mengatakan bahwa selanjutnya, data-data yang diperoleh dari hasil sidak tersebut akan diolah, kemudian akan disampaikan dalam rapat koordinasi TPID yang rutin dilakukan setiap hari Senin atau seminggu sekali.

“Karena TPID itu setiap saat pemantauan harga-harga yang dilakukan oleh teman-teman perdagangan itu dikirimkan ke pemerintah pusat, kemudian dikaji,” pungkasnya. (**)

Comment