Ngaku Bujangan, Oknum Guru Hamili Siswi, Uang Rp3 Juta yang Diberikan Ternyata untuk Aborsi

EDISIINDONESIA.id- Nasib sial menimpa seorang siswi SMA berusia 19 tahun, berinisial RW, ketika ia tidak menyangka bahwa perkenalannya dengan seorang oknum guru sebuah SMA akan berakhir tragis.

RW, seorang wanita asal Ciputat, Tangerang Selatan, mengungkapkan bahwa dirinya telah dihamili oleh seorang oknum guru SMA yang baru ia kenal pada tahun 2022 lalu.

Saat ini, RW mengaku telah mengandung selama enam bulan sebagai akibat dari perbuatan oknum guru tersebut. RW sendiri merupakan siswi di salah satu sekolah menengah atas negeri yang terkenal di Tangerang Selatan.

Menurut ibu RW, yang disebut RO (46), putrinya sedang mengandung dan usia kandungannya sudah mencapai enam bulan sejak kejadian tersebut.

“Kini sudah 24 minggu, sekitar enam bulan lebih. Tadi sudah dilakukan USG juga,” ujar RO.

RO mengungkapkan bahwa keluarga baru mengetahui kehamilan RW baru-baru ini. Curiga muncul ketika perut RW mulai terlihat membesar tidak seperti biasanya.

Setelah ditanya dan didesak oleh RO, RW akhirnya memberitahu keluarganya tentang identitas pelaku yang menghamilinya.

Korban mengakui kepada keluarga bahwa pelaku bukanlah guru di sekolahnya. Oknum guru tersebut diketahui mengajar di sebuah sekolah negeri lain di wilayah Ciputat. Pria tersebut berinisial GM dan tinggal di wilayah Gunung Sindur, Bogor, bersama dengan istrinya.

Korban bercerita bahwa pertemuan pertama dengan guru tersebut terjadi pada November 2022. Mereka saling kenal melalui seorang oknum guru olahraga di sekolah RW.

Mereka bertemu saat sedang berlatih renang di wilayah BSD.

“Kami bertemu saat latihan renang. Dia (GM) adalah teman dari guru olahraga saya di sekolah,” kata RW.

Setelah perkenalan itu, GM mulai mendekati korban dan memperdaya RW. Akhirnya, mereka pergi bersama ke sebuah apartemen di BSD.

Ketika tiba di apartemen, GM memperdaya RW dan mereka terlibat dalam hubungan intim.

“GM mengaku masih bujangan dan sebagainya. Saya mempercayainya karena dia adalah teman dekat dari guru saya di sekolah. Saya tidak berpikir akan terjadi hal buruk. Saya tidak menyangka akan dibawa ke apartemen,” tambahnya.

Tidak lama setelah hubungan itu terjadi, korban mulai mengalami gejala yang tidak biasa pada tubuhnya. RW sering muntah-muntah dan merasa pusing.

Dengan rasa penasaran, RW mencoba melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif. Terkejut dan takut, dia berusaha menyembunyikan kehamilan tersebut.

““Awalnya saya sering muntah-muntah, saya takut, terus saya coba pakai test pack dan hasilnya positif,” katanya.

Saat ia meyakini dirinya hamil, korban berupaya menghubungi GM untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun bukannya bertanggung jawab, GM justru memberikan korban uang sebesar Rp3 juta untuk menggugurkan kandungannya.

Setelah itu, GM menghilang dan memblokir akses kontak telepon maupun media sosial korban.

Ibu korban pun tidak dapat menerima kejadian ini karena GM sudah merusak masa depan anaknya. Untuk itu, peristiwa ia laporakan ke kepolisian.

Atas perbuatan GM, RO telah melakukan pelaporan pada Rabu 7 Juni 2023 ke Polres Tangerang Selatan.

“Kita sudah laporan ke Polres. Intinya kita tidak terima, karena ini merusak masa depan anak saya, apalagi dia masih sekolah,” ujar sang ibu.

Laporan itu telah teregister dengan Nomor: TBL/B/1115/VI/2023/SPKT/Polres Tangsel/Polda Metro Jaya. Pelaku diancam dengan Pasal 346 KUHP tentang Perbuatan Aborsi.

Terpisah, Kepala Sekolah tempat RW belajar, yang berinisial R, menyatakan bahwa pihak sekolah baru mengetahui kasus ini.

Untuk langkah selanjutnya, pihak sekolah akan mengunjungi keluarga RW untuk mengklarifikasi serta mencari solusi terbaik.

“Kami akan menyelidiki dan mencari informasi lebih lanjut, dan kemudian kami akan mengunjungi keluarganya. Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan kami akan mencari solusi yang bijaksana,” jelas R saat dikonfirmasi terkait kasus RW.(edisi/pojoksatu)

Comment