KONKEP, EDISIINDONESIA.id- Pengelolaan tambang yang dilakukan oleh PT Gema Kreasi Perdana (GKP) patut dijadikan contoh bagi perusahaan-perusahaan tambang lain di wilayah Sulawesi Tenggara. Hal ini dikemukakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Sukanto Toding, dalam kunjungan lapangan ke situs PT GKP di Roko-roko, Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung aktivitas dan kegiatan pertambangan yang berlangsung, sebagai respons terhadap laporan bahwa kegiatan pertambangan PT GKP telah mencemari lingkungan.
Forkopimda Sulawesi Tenggara, yang dipimpin oleh Sukanto dalam kapasitasnya sebagai Asisten III, memberikan apresiasi atas kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh PT GKP. Berdasarkan pantauan langsung mereka, kegiatan pertambangan tersebut telah memenuhi standar kegiatan pertambangan yang baik dan benar.
Sukanto menyatakan bahwa PT GKP tidak hanya fokus pada menjaga kualitas aspek operasional tambang, tetapi juga proaktif dan memberdayakan masyarakat sekitar. Dia berharap agar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT GKP dapat lebih terintegrasi dengan program-program Pemerintah Daerah Konkep agar dapat memberikan dampak yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kabiro Hukum Setprov, Syafril, juga menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, prestasi PT GKP dalam pengelolaan pertambangan yang baik harus ditularkan kepada perusahaan-perusahaan tambang lainnya sehingga aktivitas pertambangan di Sulawesi Tenggara dapat diatur dengan baik. Meskipun kegiatan pertambangan dan industri ekstraktif pada umumnya akan mengubah bentang alam, jika dikelola dengan baik sesuai dengan ketentuan kegiatan pertambangan yang benar, potensi kerusakan dapat diminimalisasi.
Selain memberikan apresiasi, Sukanto dan Syafril memberikan beberapa masukan terkait area tangkapan air yang sudah dibangun oleh PT GKP. Mereka menyarankan agar area tangkapan air dan kolam pengendapan (settling pond) diperluas agar dapat menampung aliran air hujan dengan intensitas yang tinggi.
Masukan tersebut ditindaklanjuti oleh PT GKP melalui Departemen Lingkungan dengan membangun dan memperluas beberapa kolam pengendapan, serta menempatkannya di kedua sisi jalan tambang. Hal ini dilakukan agar kolam tersebut mampu menampung limpasan air hujan yang cukup tinggi.
Selama kunjungan ke lapangan, Forkopimda Provinsi dan Forkopimda Kabupaten Konawe Kepulauan, yang dipimpin oleh Wakil Bupati Konkep, juga melakukan tinjauan ke sumber mata air dan sungai di sekitar lokasi tambang PT GKP. Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Luthfi, memberikan apresiasi atas langkah cepat PT GKP dalam mengatasi air keruh yang menjadi sumber air bersih bagi warga sekitar.(rls)
Comment