23 Rumah di Buru Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

MALUKU, EDISIINDONESIA.id –
Sebanyak 23 unit rumah warga, di Kabupaten Buru, Maluku mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung, Minggu (5/3/2023).

Kejadian bencana angin puting beliung yang berhembus pada pukul 15.30 WIT itu terjadi, di dua kecamatan yakni Dusun Air Mendidih, Desa Waenetat, Kecamatan Waeapo dan di Dusun SP 2, Desa Debowae, Kecamatan Waelata.

Puting beliung disertai hujan deras yang mengguyur dataran Waeapo dengan dampak bencana berbeda-beda. Untuk di Desa Waenetat sebanyak 12 unit rumah mengalami kerusakan berat serta beberapa pohon tumbang di lokasi kejadian.

Angin puting beliung juga mengakibatkan 11 rumah di Desa Debowae mengalami kerusakan dengan status empat rumah rusak berat dan delapan rumah rusak sedang, dengan total keseluruhan ada 23 rumah warga yang rusak akibat bencana alam tersebut.

Polres Pulau Buru melalui Kapolsek Waeapo, Ipda Andreas Panjaitan, bersama Camat Waeapo Baharudin Besan, turun ke Dusun Air Mendidih, Desa Waenetat untuk meninjau masyarakat terdampak bencana angin puting beliung.

Setelah dilokasi bencana tersebut, Kapolsek Waeapo bersama personil Polsek Waeapo membantu masyarakat memperbaiki bangunan yang rusak.

Sementara Bhabinkamtibmas Desa Parbulu, Bripka Ade Tohiron bersama Babinsa Debowae, Serda La Ode Rahman turun ke Dusun SP 2 Desa Debowae dengan tujuan yang sama.

Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja melalui Paur Humas Polres Buru, Aipda M.Y.S Djamaluddin mengatakan kerusakan rumah penduduk yang diterjang angin puting beliung yang menghancurkan bagian atap rumah warga terdata ada 23 rumah yang terdata terkena angin puting beliung di dua desa yang berada di Kabupaten Buru.

Dia menjelaskan menurut Kepala Desa Waenetat, Irwandi bahwa kerugian akibat bencana angin puting beliung mencapai Rp. 240.000.000 untuk Desa Waenetat. Sementara untuk Desa Debowae mencapai Rp. 200.000.000.

“Tidak terdapat korban jiwa dalam bencana angin puting beliung ini. Namun, kita sapat perkirakan kerusakan rumah yang terjadi di dua desa ini diperkirakan kerugian mencapai Rp 440.000.000,” terangnya.

Juru Bicara Polres Pulau Buru ini mengaku saat ini masyarakat terdampak bencana angin puting beliung sementara memperbaiki bangunan untuk mengantisipasi adanya puing-puing bangunan yang roboh dan menghantam warga.

“Sementara untuk wanita dan anak-anak yang rumahnya terkena angin puting beliung telah mengungsi di perumahan penduduk yang tidak terdampak angin puting beliung,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap siaga dan menjaga barang-barang mereka untuk mengantisipasi terjadinya kasus pencurian.

Serta menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam beraktivitas untuk mengantisipasi adanya bencana lanjutan, segera berlindung ke lokasi yang aman.

“Polres Pulau Buru melalui Polsek Waeapo memberikan bantuan logistik berupa indomie dan telur terhadap korban bencana alam tersebut,” tandasnya.

Untuk diketahui rumah warga yang hancur diterjang angin puting beliung di Desa Debowae yakni Nasikin, Sulaiman, Iwan, Anwar Aminudin dalam status rusak parah. Kemudian, Riyanto, Anton, Arifin, Giman, Edi, Suroto Prasetio dan Bonadi dalam katagori rusak sedang.

Sedangkan untuk rumah warga yang rusak di Desa Waenetat yakni Efendi/Muslim, Tutut Toiman, Lam Surahman, Rasimun, Kasito, Jatmiko, Sugeng, Trianto, Supinah, Nurdin, Agus Awaludin dan Muslih/Kolikah. (**)

Comment