IKKST Buru Ramaikan Karnaval Bupolo dengan Tarian Kalegoa dan Silat Buton

MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (IKKST) Kabupaten Buru, Provinsi Maluku turut memeriahkan Karnaval Budaya Gebarpolo Simpul Kaiwai 2022, di Kota Namlea, Selasa (11/10/2022).

Karnaval Bupolo ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Buru Ke-23 yang jatuh, pada 12 Oktober 2022.

Kegiatan Karnaval itu, dibuka oleh Penjabat Bupati Buru, Djalaludin Salampessy, didampingi penjabat Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Buru, drg. Mega Azizah Salampessy.

Berdasarkan pantauan media ini, ribuan masyarakat di Kabupaten penghasil minyak kayu putih ini sangat antusias saat menonton peserta karnaval dari IKKST Buru.

Kegiatan Karnaval Bupolo itu dimulai pada pukul 15.00 WIT dan diikuti oleh 52 peserta yang berasal dari berbagai budaya dan suku di Indonesia, dengan rute, start sari Simpang Lima, turun ke Kota Lama tepatnya di Puskesmas Namlea.

Selanjutnya, terus jalan ke Lapangan Pattimura Namlea, jalan lagi ke arah Pasar Inpres Namlea, Pujasera, lanjut Pelabuhan Ferry Merah Putih dan kembali ke finish, di Lapangan Pattimura Namlea.

Terik matahari tak menyurutkan semangat para peserta rombongan dengan mengenakan baju adat Buton para rombongan melambaikan tangan kepada tamu VIA dan masyarakat yang menonton.

Pawai budaya ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Buru, M Rum Soplestuny dan beberapa anggota legislatif, Dandim 1506/Namlea, Letkol Arh. Agus Nur Fujianto, anggota DPRD Provinsi Maluku, Aziz Hentihu, Sekda Kabupaten Buru, M Ilias Hamid serta para pimpinan OPD dilingkup Pemkab Buru.

Dalam Karnaval Budaya Semarak Bupolo Berseri, IKKST Buru menampilkan tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni tarian pingitan atau tari Kalegoa.

Tarian Kalegoa dari Sulawesi Tenggara saat ditampilkan di acara Karnaval Bupolo.

Tarian yang diciptakan oleh Laode Umuri Bolu tersebut, ditampilkan dihadapan pejabat eksekutif dan legislatif serta ribuan masyarakat kabupaten bertajuk Rete Mena Bara Sehe tersebut pada saat dititik start.

Tak hanya pengurus IKKST Buru, tetapi dalam pawai budaya turut diramaikan oleh masyarakat yang berasal dari Sulawesi Tenggara dan anak-anak dengan memakai baju adat Buton.

Selain itu, IKKST Buru juga menampilkan atraksi manca atau pencak silat Buton dalam pawai tersebut.

Sementara rombongan IKKST Buru yakni Imam Masjid Agung Al-Buruj Namlea, La Ode Badwi S.Pd., M.Pd, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Pemkab Buru, Arman Buton, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Buru, Azis Tomia dan Kepala Bagian Organisasi Tata Kelola (Ortala) Setda Pemkab Buru, Muhammad Kasim.

Kemudian, anggota DPRD Kabupaten Buru, Bambang Lang Lang Buana, Irfan Papalia dan Solihin Buton.

Suasana saat atraksi manca dari IKKST Buru, di Pujasera, Kota Namlea, Selasa (11/10).

Untuk diketahui, Tarian Kalegoa adalah saputangan kebesaran gadis pingitan yang bentuknya segitiga dan dihiasi dengan hiasan khas daerah. Tarian ini menggambarkan suka duka gadis-gadis buton di dalam melaksanakan suatu tradisi adat posuo atau pingitan.

Dalam pingitan ini mereka mendapat petuah-petuah dan nasihat-nasihat dari orang tua-tua untuk menjadi seorang gadis yang dewasa, matang dalam berumah tangga.

Tarian ini pernah dipentaskan pada tahun 1972 pada acara resepsi kenegaraan, pada 17 Agustus 1972, di Istana Negara. (**)

Comment