MUBAR, EDISIINDONESIA.id- Festival Selat Tiworo yang prakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Muna Barat pada Jum’at (2/9/2022), berlangsung meriah.
Bagaimana tidak, Festival yang menampilkan budaya lokal, ikut menjadi perhatian bagi turis mancanegara.
Kegiatan yang diselenggarakan di Tondasi Kecamatan Tiworo Utara itu dibuka secara langsung oleh PJ. Bupati Kabupaten Muna Barat Dr. Bahri, kegiatan ini akan berlangsung selama 2-5 September 2022.
PJ. Bupati Mubar, Dr. Bahri dalam sambutannya menyebut, festival selat Tiworo sempat tertunda selama 2 tahun hingga akhirnya dilakukan kembali.
“Kegiatan ini berdampak dapat meningkatkan promosi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Festival selat Tiworo kedepan akan dijadikan sebagai kegiatan tahunan,” kata Bahri, Jumat, (2/9/2022) malam.
Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri itu menyebut Selat Tiworo juga merupakan wisata penyangga dari kawasan pariwisata Wakatobi.
“Untuk itu, kegiatan ini kita akan jadikan rencana program pembangunan yang akan dikembangkan kedepannya. Ada beberapa potensi wisata alam, seperti Pulau Indo, Pulau Gala Kecil, Permandian Matakidi, Benteng Tiworo, Tari Linda dan lainnya,” paparnya.
“Kemudian, dalam konteks kebudayaan, kita akan buat kajian terkait Kerajaan Tiworo, membuat Perda tentang kebudayaan, menetapkan situs cagar budaya , membuat kajian untuk mengusulkan pahlawan nasional dari Kerjaan Tiworo yang telah berperang melawan VOC,” jelas Bahri.
Jebolan STPDN angkatan 07 ini mengungkapkan festival Selat Tiworo saat ini dirangkai dengan Sail to Indonesia.
“Ini momentum yang tepat untuk mempromosikan kepada dunia bahwa Muna Barat memiliki banyak potensi wisata dan budayanya. Mari kita sambut mereka dengan ramah dan buat mereka nyaman disini,” tandasnya.
Terlihat, penyambutan para yachter Rally peserta Sail to Indonesia dipertunjukkan dengan beberapa atraksi budaya masyarakat lokal.
Ada pertunjukkan silat Ewa Wuna, Tari Linda, gambus, Tari Reog Ponorogo, Tari Bugis, dan masih banyak lagi.
Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mubar, Laode Ali Kadirun mengatakan dengan adanya para peserta sail to Indonesia ini dapat mempertunjukkan berbagai hal unik serta potensi yang ada di Muna Barat.
“Festival ini dapat memberikan gambaran tentang budaya yang ada di Muna Barat,” pungkasnya.
Dari belasan kapal yang akan berlabuh di Selat Tiworo, saat ini baru 2 kapal peserta Yacht Rally telah sandar di pelabuhan Tondasi, yang berasal dari negara Jerman.(**)
Comment