Makin Tertekan, Rupiah Mendekati Rp18.000 Per Dolar AS

EDISIINDONESIA.id – Nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS pada perdagangan Selasa 22 September 2026, menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI).

Mengutip data Bloomberg hingga pukul 09.50 WIB, Rupiah bergerak ke Rp17.899 per Dolar AS, melemah 52 poin atau 0,29 persen dari perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan bank sentral diprediksi kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar Rabu 23 September 2026.

“Pasar akan mencermati keputusan Bank Indonesia di tengah dinamika nilai tukar Rupiah, inflasi, serta kebijakan bank sentral global yang terfragmentasi,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi di tengah melonjaknya harga minyak dunia yang masih bertahan di atas 100 Dolar AS per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Ibrahim mengatakan sebagian bank sentral masih mengambil sikap hawkish, sementara sebagian lainnya masih memiliki ruang pelonggaran dengan mempertahankan posisi suku bunga acuannya.

“Melihat situasi inflasi global yang tinggi, kemungkinan Gubernur Bank Indonesia dalam rapat di hari Rabu (23 September) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps,” jelasnya.

Ibrahim juga menyinggung pernyataan Gubernur BI Destry Damayanti yang sebelumnya menyebut tingkat suku bunga Indonesia saat ini sudah cukup tinggi, Karena BI sudah menaikkan 100 basis point.

Meski demikian, kondisi kebijakan moneter global dinilai turut menjadi pertimbangan. Ibrahim menyebut langkah bank sentral Amerika Serikat atau The Frd yang menaikkan suku bunga sebesar 25 bps dapat membuka peluang bagi BI untuk mengambil langkah serupa.

“Saya melihat dalam kondisi saat ini, kondisi Bank Sentral Amerika sudah menaikkan suku bunga 25 basis point, ada kemungkinan besar Bank Indonesia dalam pertemuan di minggu ini,” tandasnya. (edisi/rmol)

Comment