KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Wilayah Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,5 pada Rabu (1/7/2026) pukul 02.25.40 WITA.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 3,73 Lintang Selatan dan 123,40 Bujur Timur, atau sekitar 54 kilometer timur laut Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Gempa terjadi pada kedalaman 17 kilometer.
Kepala Balai BMKG Wilayah IV, Dr. Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Tolo.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Tolo,” ujar Dr. Nasrol Adil.
Nasrol menyebutkan, berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan di wilayah Kendari dan Konawe dengan intensitas II–III MMI.
Sementara di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), juga diguncang gempa bumi tektonik pada pukul 08.31.36 WITA juga diguncang gempa magnitudo 2,0.
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 3,93 Lintang Selatan dan 122,43 Bujur Timur, atau sekitar 11 kilometer barat laut Kendari. Gempa terjadi di darat dengan kedalaman 5 kilometer.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Kendari Segmen Utara.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa hanya menimbulkan guncangan ringan di wilayah Kendari.
“Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di Kota Kendari dengan skala intensitas II MMI, yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” ujar Nasrol Adil.
Ia menambahkan, hingga saat ini BMKG belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” katanya.
BMKG juga melaporkan bahwa hingga pukul 08.05.00 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan informasi terkait gempa bumi hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi, seperti akun media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG dan InaTEWS, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi mobile WRS-BMKG dan InfoBMKG.
Comment