Sapi Kurban Prabowo Capai Berat 1.07 Ton Menarik Perhatian Publik

EDISIINDONESIA.id – Bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Kabupaten Lebak, Banten, pada Iduladha 2026/1447 Hijriah menyita perhatian publik.

Sapi kurban bernama Baron itu memiliki bobot fantastis mencapai 1,07 ton dan merupakan hasil pengembangan ternak unggul berbasis inseminasi buatan modern.

Sapi kurban Presiden Prabowo tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Lebak Hasbi Jayabaya pada Selasa (26/5/2026) sore.

Rencananya, sapi kurban raksasa itu akan disembelih di Masjid Nurul Muttaqin, Desa Parakanbesi, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritasatu.com, Baron merupakan sapi milik peternak lokal Irna Sinulingga di Kampung Pagelaran Timur, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.

Baron dikenal sebagai sapi jenis belgian blue crosing yang memiliki karakteristik tubuh besar dan pertumbuhan cepat.

Pengawas bibit ternak sekaligus petugas lapangan UPT Puskeswan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Iqin Zaeny Mansur, mengatakan Baron merupakan hasil persilangan sapi belgian blue dengan pejantan bernama Gatotkaca melalui teknologi inseminasi buatan (IB).

“Baron merupakan sapi jenis belgian blue crosing keturunan sapi belgian blue dengan nama pejantan Gatotkaca, kemudian di-IB-kan atau inseminasi buatan,” ujar Iqin kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Menurut Iqin, proses inseminasi buatan dilakukan langsung di peternakan milik Irna Sinulingga sebagai bagian dari pengembangan kualitas ternak di wilayah selatan Kabupaten Lebak.

Baron lahir pada 27 Maret 2022 di Kampung Duraen, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Dalam kurun waktu sekitar 4 tahun, pertumbuhan sapi tersebut dinilai sangat pesat hingga mencapai bobot lebih dari 1 ton.

Selain memiliki ukuran besar, Baron juga dinyatakan sehat setelah melalui proses pemeriksaan ketat sebelum dipilih sebagai sapi bantuan Presiden Prabowo.

“Jadi, proses pemilihan dilakukan secara ketat, dimulai dari bobotnya, kesehatannya karena sapi harus terbebas dari penyakit, terutama PMK,” kata Iqin.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan sapi bebas dari penyakit menular, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sebelumnya sempat mengganggu sektor peternakan nasional.

Dari sejumlah kandidat sapi yang diajukan, Baron akhirnya terpilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden Prabowo untuk masyarakat Kabupaten Lebak.

Pemilihan tersebut sekaligus menjadi pengakuan terhadap kualitas peternakan lokal yang mampu menghasilkan ternak unggulan berskala nasional.

Informasi yang dihimpun menyebutkan sapi kurban Presiden Prabowo itu dibeli dengan harga Rp 110 juta sebelum dipotong pajak penghasilan (PPh).

Nilai tersebut menjadi salah satu harga tertinggi untuk kategori bantuan sapi kurban presiden di wilayah Banten pada Iduladha 1447 H.

Di balik bantuan simbolis tersebut, pemerintah juga ingin mendorong penguatan peternakan rakyat berbasis teknologi modern sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. (edisi/bs)

Comment