Polri Telusuri Dugaan Keterkaitan Khilafatul Muslimin dengan Jaringan Teroris

Pimpinan Organisasi Masyarakat Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/6). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

EDISIINDONESIA.com – Mabes Polri mengusut dugaan keterkaitan kelompok Khilafatul Muslimin dengan jaringan teroris lainnya.

Hal itu diungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.

“Masih ditelusuri oleh rekan-rekan penyidik,” kata Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (9/6).

Penyidik masih membuka peluang akan memeriksa anggota lainnya dari kelompok Khilafatul Muslimin. “Saat ini masih dalam proses,” jelasnya.

Saat ini, Polri terus berkomunikasi dengan Polda Metro Jaya, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung perihal aktivitas kelompok itu. “Kami berkoordinasi terkait dengan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan,” pungkas Ramadhan.

Baru-baru ini, kelompok Khilafatul Muslimin viral usai melakukan konvoi menggunakan sepeda motor di wilayah Jakarta Timur dengan membawa atribut khilafah, Minggu (29/5). Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai Kelompok Khilafatul Muslimin.

“Bagi masyarakat atau siapapun yang bergabung dalam kelompok itu, bahwa kelompok tersebut memiliki sejarah panjang keterkaitan dengan berbagai teror dan radikal,” kata Aswin saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (1/6).

Ia menjelaskan, secara historis Kelompok Khilafatul Muslimin ada keterkaitan dan punya arah dengan peristiwa-peristiwa teror di Indonesia. Sebab, Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Baraja pernah ditangkap Densus terkait peristiwa teror sebelumnya. Dia pernah bergabung dengan kelompok Negara Islam Indonesia (NII). (**)

Sumber: Jawa Pos

Comment