KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dalam memperkuat ekonomi daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap seluruh program unggulan Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dengan fokus utama pada sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Ketua Kadin Sultra Anton Timbang menyatakan bahwa sinergi ini bukan sekadar koordinasi formal, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Salah satu langkah konkret yang akan segera dilaksanakan adalah peluncuran Gerakan Pasar Murah (GPM) pada 14 Februari mendatang.
Sinergi Strategis: Kadin Sebagai Mesin Penggerak Program
Setelah melakukan audiensi dengan Gubernur di kantornya pada 10 Februari, Anton Timbang menegaskan bahwa Kadin siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi Gubernur Sultra.
“Kami mendukung penuh program Pak Gubernur yang bertujuan untuk menjadikan ekonomi daerah lebih mandiri dan kompetitif. Gerakan Pasar Murah ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah,” tegas Anton.
Dukungan Kadin Sultra terhadap program Gubernur difokuskan pada tiga pilar utama:
1. Penguatan Ekonomi Daerah: Melakukan intervensi pasar di wilayah dengan tingkat inflasi tinggi, antara lain Kolaka, Baubau, dan Wakatobi.
2. Pemberdayaan UMKM: Membina ribuan pelaku UMKM, dengan target 3.000 di antaranya resmi berstatus PT Perorangan agar mampu bersaing secara profesional.
3. Ketahanan Pangan: Berperan aktif dalam pemetaan lahan pertanian produktif serta hilirisasi sumber daya lokal untuk menjaga stabilitas harga pangan dalam jangka panjang.
Intervensi Pasar untuk Kendalikan Inflasi
Kadin Sultra berperan dalam mengendalikan inflasi, terutama di wilayah kritis seperti Kolaka yang mencatat angka inflasi sebesar 6,75%. Dengan mengikuti instruksi dan kebijakan Gubernur, Kadin memastikan ketersediaan stok pangan penting seperti beras, telur, dan minyak goreng tetap terjaga menjelang bulan suci Ramadhan.
Anton menjelaskan bahwa langkah ini juga merupakan bagian dari uji coba sistem distribusi skala provinsi yang dicanangkan pemerintah. Dengan melibatkan UMKM binaan Kadin dalam rantai pasokan GPM, potensi ekonomi lokal diharapkan dapat terserap secara maksimal sesuai target Gubernur untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat Sultra.
“Sinergi ini mencakup koordinasi harga, ketersediaan stok, hingga penyediaan infrastruktur bagi UMKM. Kami siap memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dan pangan tetap terjangkau,” tutup Anton.(**)
Comment