Perebutan Kursi Pimpinan KPK Memanas: 33 Kandidat Terbaik Lolos Ujian Policy Brief

EDISIINDONESIA.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hasil seleksi makalah yang menentukan 33 kandidat terbaik untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi Pratama. Pengumuman yang dirilis pada Jumat, 21 November 2025, ini menandai babak baru dalam proses seleksi yang ketat.

Dari 91 peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos administrasi, hanya 33 yang berhasil melewati ujian penulisan policy brief yang dilaksanakan pada 14 November 2025. Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Ranu Mihardja, menyatakan bahwa nama-nama yang lolos berhak mengikuti tahapan selanjutnya.

Enam kandidat terbaik akan bersaing untuk posisi Kepala Biro Hukum KPK, termasuk Eko Setiawan dari Kementerian BUMN, Farhan Abdi Utama dari BKN, Iskandar Marwanto dan Richard Marpaung dari internal KPK, serta Syahmardan dan Wahyu Tri Hartomo dari Kemenkum.

Untuk posisi Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, enam nama juga mencuat, yaitu Budi Affandi dari Kemenag, Danang Sri Wibowo Riyanto dari Kemenko Perekonomian, Jerry Kurniawan dari Kemenkeu, Johnson Ridwan Ginting, Kunto Ariawan, dan Rahmaluddin Saragih dari KPK.

Posisi Direktur Penyelidikan KPK akan diperebutkan oleh empat kandidat, yaitu Achmad Taufik dan Nasidin dari KPK, serta Farhan dan Tessa Mahardhika Sugiarto dari Kejaksaan. Sementara itu, lima kandidat akan bersaing untuk posisi Direktur Penuntutan KPK, yakni Adhryansah, Agustinus Heri Mulyanto, Dandeni Herdiana, dan Wagiyo dari Kejaksaan, serta Budhi Sarumpaet dari KPK.

Untuk posisi Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, enam kandidat lolos, termasuk Asep Rahmat, David Hartono Hutauruk, dan Maruli Tua dari KPK, Eddy Taufiq dari Pemkab Mojokerto, Jackson Simamora dari BPIP, dan Niken Wulandari dari Pemkab Bintan.

Terakhir, posisi Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi KPK akan diisi oleh salah satu dari enam kandidat, yaitu Dadi Mulyady dari KPK, Dzikran Kurniawan dari Pemprov DKI Jakarta, Kuswanto, Rino Haruno, Taryanto, dan Teguh Widodo dari KPK.

“Tahapan seleksi selanjutnya adalah asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural serta tes kesehatan fisik dan kesehatan jiwa yang akan dilaksanakan secara luring,” jelas Ranu Mihardja.

Asesmen kompetensi akan dilaksanakan pada 26-28 November 2025, diikuti dengan tes kesehatan pada 29 November 2025.(edisi/rmol)

Comment