EDISIINDONESIA.id – Mimpi suporter menyaksikan Indonesia tampil di Piala Dunia 2026, pupus.
Timnas Indonesia harus mengakhiri perjuangan mereka pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia setelah takluk dari Irak di King Abdullah Sports City, Jeddah, Minggu (12/10) dini hari.
Timnas Indonesia tersegel di peringkat terakhir atau ketiga Grup B setelah pada laga terakhir kalah dari Irak dengan skor 0 – 1.
Hasil minor ini membuat warganet menyerukan #KluivertOut di berbagai platform media sosial.
Mereka justru merindukan dan menginginkan Shin Tae-yong kembali membesut Timnas Indonesia.
Selama menjadi arsitek Garuda, Shin Tae yong membawa perubahan besar, salah satunya mengatrol peringkat Indonesia naik menjadi ke 127 dari yang sebelumnya 173 dunia.
Berdasarkan data yang dilansir Antara di media sosial X hingga Minggu (12/10) pagi, sekitar 33 ribu lebih cuitan menyerukan #KluivertOut.
Posisi berikutnya disusul 11 ribu cuitan tentang blunder, 10 ribu cuitan mengenai Natal, dan sekitar dua ribu unggahan mengenai Shin Tae-yong.
Nama Shin Tae yong bahkan menggema di stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, seusai Timnas Indonesia kalah dari Irak, bukan Patrick Kluivert.
Suporter hingga pengamat sepak bola diketahui mempertanyakan keputusan PSSI saat memecat Shin Tae yong pada Januari 2025 lalu.
Pelatih asal Korea Selatan itu mendadak diganti setelah gagal tampil apik di Piala AFF. Padahal bersama Shin Tae yong, Timnas Indonesia membuka harapan menuju Piala Dunia 2026.
Shin Tae yong membawa Indonesia memulai Kualifikasi Piala Dunia 2025 menghadapi Maladewa, Guam, Makau, Taipei, hingga Bhutan.
Setelah memenangkan dua pertandingan melawan Brunei dengan agregat 12-0 pada putaran pertama, timnas kemudian lolos ke putaran kedua dan bergabung dalam Grup F bersama Irak, Vietnam, dan Filipina.
Timnas Indonesia mampu bertahan di posisi kedua Grup F di bawah Irak, dan lolos ke putaran ketiga kualifikasi. Pada putaran ketiga, Indonesia berada di Grup C bersama Jepang, Australia, Arab Saudi, China, dan Bahrain.
Dari enam pertandingan, Indonesia berhasil mengumpulkan enam poin setelah tiga kali seri, dua kali kalah, dan satu kali menang.
Oleh karena itu, keputusan PSSI mengganti Shin Tae yong di tengah putaran ketiga kualifikasi zona Asia yang masih menyisakan empat pertandingan menaikkan ekspektasi sekaligus tanda tanya publik.
Suporter memahami bahwa selama era Shin Tae-yong yang dibutuhkan adalah proses menuju timnas yang lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya.
Ketika diganti, maka bukan lagi proses yang dibutuhkan timnas melainkan hasil, yaitu lolos Piala Dunia 2026. Apalagi adanya sejumlah pemain naturalisasi yang dinilai semakin memperkuat timnas, seperti Ole Romeny, Dean James, Joey Pelupessy, Emil Audero, Mauro Zijlstra, hingga Miliano Jonathans.
Kini harapan itu musnah dan Indonesia harus kembali berjuang empat tahun ke depan jika berambisi tampil di Piala Dunia 2030. (edisi/jpnn)
Comment