KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkapkan modus operandi peredaran narkoba, khususnya sabu-sabu, semakin canggih dan sulit dideteksi. Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Adri Irniadi, menyampaikan hal ini dalam acara “Kopdar Banggona Media” di Kendari, Jumat (10/10/2025).
Adri Irniadi menjelaskan bahwa jalur masuk narkoba telah terpetakan melalui udara, laut, dan darat. Namun, ia menyoroti modus baru seperti “kurir terbang” di mana narkoba disembunyikan di dalam tubuh dan hanya bisa dideteksi melalui USG. Selain itu, ada modus “sabun krim” yang digunakan untuk melapisi pakaian agar lolos dari pengawasan.
BNNP Sultra menghadapi tantangan anggaran yang terbatas, yang mempengaruhi jangkauan operasional di 17 wilayah kota dan kabupaten. Meski demikian, BNNP Sultra tetap fokus pada pencegahan melalui program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) yang menyasar siswa SMP, SMA, hingga mahasiswa.
Adri Irniadi menekankan bahwa pengguna narkoba akan dianggap sebagai korban dan diarahkan untuk rehabilitasi gratis.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak merasa aman, karena peredaran narkoba bisa terjadi tanpa terdeteksi. Sinergi antara BNN, aparat keamanan, dan masyarakat sangat penting dalam memberantas narkoba.(**)
Comment