KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara 2025 menjadi ajang konsolidasi dunia usaha dan pemerintah.
Dengan kehadiran tokoh-tokoh nasional seperti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, serta para kepala daerah termasuk Wali Kota Kendari.
Dalam kesempatan tersebut, Tito menyoroti pentingnya sektor swasta dalam mendorong pembangunan nasional. Ia mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan anggaran negara.
“Negara ini bisa maju bukan karena APBN, tapi karena perputaran uang dari dunia usaha. Maka, hidupkanlah swasta,” tegasnya.
Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, menggarisbawahi dua agenda utama organisasi, yakni mendorong pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menjelaskan, MBG tidak hanya menyasar kebutuhan nutrisi anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi dengan potensi investasi hingga Rp646 miliar dan penciptaan lebih dari 16 ribu lapangan kerja di Sultra.
Sementara itu, Indonesia yang memiliki cadangan Asbuton terbesar di dunia, sekitar 660 juta ton, dinilai bisa mengurangi ketergantungan impor aspal hingga 76 persen jika potensi ini dioptimalkan.
Kadin Sultra mendorong kawasan industri Asbuton masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menyampaikan dukungan terhadap program-program Kadin dan menekankan pentingnya reformasi birokrasi untuk menciptakan iklim investasi yang lebih ramah.
“Pintunya memang satu, tapi kursinya banyak. Seolah-olah kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah. Ini yang harus kita ubah,” katanya.
Rapimprov ini menjadi momentum bagi Kadin Sultra untuk memperkuat sinergi antara pengusaha dan pemerintah daerah, dengan fokus pada solusi konkret bagi pertumbuhan ekonomi wilayah.(**)
Comment