Kopdes Merah Putih: Menyesuaikan Model Koperasi dengan Kearifan Lokal

EDISIINDONESIA.id- Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memerlukan pendekatan yang sensitif terhadap konteks lokal agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel, menekankan tantangan dalam pengembangan koperasi yang pertumbuhannya seringkali tertinggal dibandingkan usaha swasta.

Meskipun koperasi memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat, Gobel menyatakan pentingnya intervensi pemerintah yang tidak bersifat top-down, melainkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan riil masyarakat.

Pemerintah berencana mengintegrasikan beberapa program ke dalam Kopdes Merah Putih, termasuk distribusi gas bersubsidi dan penyediaan bibit serta pupuk pertanian. Namun, keberhasilan Kopdes Merah Putih sangat bergantung pada pemahaman aspek lokalitas.

Gobel mencontohkan, di desa penghasil kacang tanah dengan pengrajin olahan kacang tanah, Kopdes seharusnya berperan dalam pengembangan usaha tersebut. Di desa lain, pengembangan bisa difokuskan pada komoditas lain seperti pisang, sesuai dengan potensi dan tradisi setempat.

Keberagaman kondisi desa di Indonesia, mulai dari daerah berbatu hingga pulau terpencil, harus menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan dan pengembangan Kopdes.

Peluncuran program Kopdes Merah Putih direncanakan di Klaten, Jawa Tengah pada 19 Juli 2025, setelah Presiden Prabowo Subianto kembali dari kunjungan kerja luar negeri.(edisi/rmol)

Comment