Banjir di Konut, Bupati Ikbar Tuding PT SCM sebagai Penyebab Utama

KONUT, EDISIINDONESIA.id– Bupati Konawe Utara (Konut), Ikbar, menyoroti banjir yang melanda Jalur Trans Sulawesi, Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konut.

Ia menyatakan intensitas dan ketinggian banjir semakin meningkat setiap tahunnya, bukan hanya karena faktor cuaca.

“Banjir ini merupakan banjir kiriman, terutama dari wilayah Konawe, khususnya area PT SCM,” ungkap Ikbar bel lama ini.

Ikbar menuding penimbunan rawa di area PT SCM memperparah situasi banjir. “Rawa yang luas di PT SCM, yang seharusnya menjadi penampung air, telah ditimbun.

Akibatnya, dampaknya terasa hingga ke Kabupaten Konut,” jelasnya. Banjir yang biasanya hanya berlangsung seminggu, kini telah berlangsung lebih dari dua bulan sejak 19 Maret 2025.

Pemerintah daerah telah berupaya mengatasi masalah ini dengan berbagai komunikasi, termasuk kunjungan Pak Ridwan dan Gubernur yang menghasilkan solusi jangka pendek berupa pembangunan jembatan Brayle.

Namun, Ikbar juga menekankan perlunya evaluasi AMDAL PT SCM karena perusahaan tersebut, meski secara administratif berada di Kabupaten Konawe, memberikan dampak signifikan terhadap Konut.

Ikbar juga menyoroti Permendagri Nomor 5 Tahun 2010 yang membatasi kewenangan Konut, khususnya terkait dua sungai, Linomoyo dan Lalindu, yang hulunya berada di Konawe dan Morowali.

Ia pun meminta pemerintah pusat mengevaluasi perusahaan pertambangan dan sawit yang belum melakukan reklamasi.

Yang paling mengecewakan, menurut Ikbar, adalah minimnya kontribusi PT SCM terhadap masyarakat Konut. “Tidak ada kontribusi sama sekali, hanya kontribusi banjir,” tegasnya.(**)

Comment