Alasan Ketua DPRD Kabupaten Muna Diganti

Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Wa Ode Nurhayati.

MUNA, EDISIINDONESIA.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hanura resmi mencopot La Saemuna sebagai Ketua DPRD Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara dan digantikan oleh Irwan Rata. Hanura pun angkat bicara terkait hal itu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sultra, Wa Ode Nurhayati mengatakan Saemuna dicopot dari jabatannya karena persoalan kesehatan.

“Alasan pergantiannya itu karena beliau sakit, beliau kan sakit jantiung sempat dirawat lama di Jakarta, kemudian juga sekarang pasang ring, pertimbangan kesehatan itulah beliau diganti,” ujar wanita yang akrab disapa WON ini, Jumat (25/2/2022).

Mantan anggota DPR RI ini juga menekannkan bahwa sebelum adanya pergantian tersebut, telah ada pertemuan secara internal untuk membahasnya.

“Itu sudah pernah dirapatkan sebenarnya di DPD (Hanura), jadi kalau dibilang sepihak dan tak ada pembritahuan saya kira tidak juga demikian. Beliau hadir juga kok tanda tangan absen,” timpalnya.

Dalam pertemuan itu, Saemuna meminta dua hal, pertama meminta dirinya untuk tidak diganti dan kedua tak dipecat menjadi anggota DPRD.

WON pun menjawab, untuk permintaan pertama dirinya tak bisa mengabulkannya sebab, semua keputusan mutlak datang dari DPP. Namun untuk posisi di DPRD, WON mengaku tak memiliki niat untuk memecat Saemuna,

Keputusan tersebut kata WON, dilakukan dengan hati-hati mempertimbangkan persiapan momentum Pemilu 2022 mendatang.

“Intinya kita menyarankan untuk istirahat, apalagi posisinya jelang verifikasi (parpol), banyak pertimbangan kita yang seluruhnya adalah pertimbangan kemanusiaan. Beliau juga kan tadinya Ketua DPC sebelumnya dan telah diganti beberapa bulan yang lalu,” papar WON.

Di akhir, WON menyimpulkan bahwa dalam proses pergantian ini tak ada niat buruk dari partai, melainkan merupakan cerminan kecintaan kepada La Saemuna.

“Saya tidak ingin beliau kenapa-kenapa dalam tugas partai, itu saja. Sementara yang dihadapi bukan main-main seperti rapat sampai pagi. Kita sudah tau beratnya seperti apa,” tukas wanita kelahiran 6 November 1981 itu.

Terkait kabar La Saemuna berencana mengadukan pergantian ini ke DPP, WON pun memberi ruang dan mempersilahkan untuk mempertanyakan hal itu.

“Tidak masalah, biar siapa pun yang merasa keberatan terhadap kebijakan saya, mau lapor silahkan. Tapi saya garis bawahi bahwa saya Alhamdulillah belum pernah melakukan hal-hal yang keluar dari anggaran dasar/anggaran rumah tangga partai,” pungkas WON. (**)

Comment