Untung Hingga Rp 40 Juta, Pedagang Musiman Aksesoris Peringatan HUT RI Mulai Menjamur di Kendari

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pedagang musiman yang menjajakan aksesoris atau pernak pernik peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) mulai bermunculan, di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Beberapa pekan jelang peringatan hari kemerdekaan RI, pedagang aksesoris seperti bendera, umbul-umbul, dan backgroud terpantau mulai menjamur di beberapa titik di Kota Lulo.

Salah satu lokasi penjualan tersebut, di Jalan Malaka, Kelurahan Kambu atau lebih tepatnya di sekitar Bundaran Tank Anduonohu, Kota Kendari.

Misbahuddin, salah satu pedagang bendera musiman, mengatakan tiap tahun dirinya datang dari Jawa Barat ke Kota Kendari hanya untuk berdagang perlengkapan atribut HUT RI.

Tak sedikit, pria berusia 26 tahun ini bisa meraup pundi-pundi rupiah hingga Rp 40 juta setiap tahunnya.

Ia mengaku memilih Kota Kendari sebagai kota persinggahan untuk berdagang. Sebab, memiliki penduduk yang banyak dan juga karena perputaran ekonomi di Kota Lulo dinilai sangat baik.

Lanjutnya, biasanya, sebulan sebelum peringatan HUT RI ia sudah datang ke Kota Kendari.

“Sejak 2016 sudah jualan di Kota Kendari, awalnya dulu di Kolaka sebelum tau Kota Kendari, tiap tahun sebulan sebelum Hut RI sudah ada disini,” katanya saat ditemui di lapak jualannya, Kamis (20/7/2023).

Pria asal Bandung, Jawa Barat ini membeberkan untuk aksesoris peringatan HUT RI yang dijualnya dibanderol dengan harga yang bervariasi. Seperti umbul-umbul dijual dari harga Rp 30 ribu-Rp 55 ribu per lembar sesuai dengan ukuran dan jenis bahannya.

Lebih lanjut terangnya, kalau background dibanderol dengan harga Rp 250 ribu-Rp 325 ribu. Sedangkan bendera merah putih segi empat dijual dari harga Rp 25 ribu-Rp 65 ribu.

“Tapi tergantung, kalau pembeli ngambil partai banyak yah bisa kurang,” jelasnya.

Dikatakannya, biasanya keramaian pembeli akan terjadi saat memasuki bulan Agustus. Namun, untuk puncaknya pada 11 dan 12 Agustus. Bahkan, ditahun-tahun sebelumnya, sebelum hari H dagangan miliknya telah ludes dibeli oleh masyarakat Kota Kendari.

“Yang paling banyak dibeli masyarakat bendera yang kecil sama yang umbul-umbul. Tapi kalau umbul-umbul yang besar dan background begini kan kebanyakan di kantor dan toko-toko. Alhamdulillah tiap kesini (Kota Kendari) jualan nggak pernah dibawa pulang lagi ke Jawa. Kadang belum hari H sudah habis,” tutupnya. (**)

Comment