Petugas Pantarlih Dikira Tukang Kredit Hingga Dikejar Anjing Saat Bertugas

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumwal Shaleh beberkan kisah sedih Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Kendari saat bertugas dilapangan melakukan verifikasi.

Jumwal mengatakan bahwa dirinya mendapatkan kisah-kisah dari para Pantarlih di Kota Kendari lumayan banyak, mengingat Kota Kendari merupakan daerah dengan penduduk terbesar di Sultra.

“Apalagi di Kota Kendari ada khas, yaitu kondisi penduduk kita yang sangat dinamis. Antara tetangga saja tidak saling kenal, jadi ketika melakukan verifikasi itu tantangannya sangat berat,” katanya usai rapat pleno terbuka, rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kota Kendari, Rabu (21/6/2023).

Bahkan kata dia, ada beberapa Pantarlih yang diusir saat tengah bertugas, karena dikira sebagai tukang tagih utang, tukang kredit.

“Ada juga yang dikejar dengan Anjing, ada yang terjatuh ketika melewati titian di daerah pinggiran pantai di Abeli sana. Ini semua adalah kisah-kisah yang dialami Pantarlih kami saat proses verifikasi,” jelasnya.

Untuk diketahui, KPU Kendari telah menetapkan DPT yang tahapannya berjalan cukup panjang, yakni sejak 14 Desember 2022 lalu hingga akhirnya ditetapkan pada, Rabu (21/6/2023) hari ini , atau sekitar hampir tujuh bulanan.

Dimana, menurut Jumwal yang paling berjasa dalam proses tersebut adalah Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). (**)

Comment