KOLTIM, EDISIINDONESIA.id- Jembatan yang menghubungkan dua Desa yakni, Desa Tongauna dan Desa Alaha, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur, rusak parah akibat banjir yang melanda beberapa pekan terakhir, Sabtu (21/01/ 2023).
Akibatnya, Masyarakat dan sejumlah siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Atas, terpaksa melewati aliran sungai yang cukup kencang dengan menggunakan rakit yang terbuat dari bambu.
Salah seorang siswi Sekolah Dasar Nur Hija Mengatakan, hampir setiap hari kami bersama teman-teman melewati sungai tersebut dengan menggunakan rakit.
Melihat kondisi ini tentu sangat mengancam keselamatan para Siswa, menyeberangi sungai saat berangkat sekolah.
“Merasa takut saat berada di atas rakit, untung saja ada guru kami yang setiap hari menjemput saat berangkat sekolah, dan menyeberangkan kami melewati jembatan yang rusak dengan cara di gendong,” tuturnya.
Selain itu, aktifitas warga dan perputaran ekonomi lumpuh yang disebabkan salah satu jembatan penghubung dua desa rusak parah.
Sungai ini merupakan sungai perbatasan antara Desa Tongauna dan Desa Alaha yang ada di kecamatan Ueesi.
Setiap hari, sejumlah Siswa yang bertempat tinggal dari Desa Tongauna dan Desa Purau, melewati sungai tersebut dengan menggunakan rakit.
Dimusim hujan saat ini, Sungai Alaha kerap meluap, sesekali siswa rela tidak bersekolah, sebab, tidak ada jalan alternatif lain yang harus dilalui untuk menimbang ilmu di sekolah.
Sehingga beberapa pihak sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Atas menghentikan aktifitas belajar mengajar.
Salah seorang guru Sekolah Dasar Alaha mengatakan, dengan melihat kondisi jembatan Alaha saat ini yang rusak parah telah terjadi sebulan, yang disebab oleh banjir yang terjadi beberapa pekan terakhir.
“Kami sebagai guru ditugaskan oleh orang tua siswa untuk menjemput siswa saat berangkat dan pulang sekolah,” ujarnya.
Tidak menuntut kemungkinan kata Akkas, apabila hujan deras terjadi dan melihat aliran sungai yang cukup deras, kami pihak guru sekolah berhentikan untuk sementara waktu proses belajar mengajar.
Pihak sekolah maupun masyarakat berharap, agar pemerintah setempat segera memperbaiki jembatan yang kondisinya saat ini cukup lumayan parah, sehingga Siswa dari dua Desa dan Masyarakat tersebut, kembali beraktifitas seperti biasa.(**)
Comment