Menaikkan BBM Cara Pengalihan Subsidi dari Orang Mampu, Politisi Demokrat Bilang, Itu Ilmu Bohong

EDISIINDONESIA.id-Masyarakat Indonesia dibuat kaget oleh putusan pemerintah terkait kenaikan harga BBM bersubsidi. Atas putusan itu, sejumlah tokoh nasional ramai-ramai angkat bicara. Tidak terkecuali Politikus Partai Demokrat, Andi Arief.

Dikutip dari unggahan video twitternya @Andiarief_ (3/9/2022), Andi Arief menuliskan pernyataan menohok terkait mengalihkan subsidi dari orang mampu itu ilmu bohong.

Andi Arief dalam videonya yang berdurasi 1 menit 48 detik dengan tegas mengatakan, pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, bahasa lainnya dikemas dengan mengalihkan subsidi.

“Ini bahasa halus, sebetulnya bahasa halus dari bagaimana mengambil modal APBN dari rakyat,” ujar lulusan Gadjah Mada itu.

Lanjut Arief menambahkan, kalau tidak bisa memberi banyak pada rakyat, sebetulnya tidak boleh mengambil apa yang sudah didapat dari rakyat.

Itulah prinsip. Kalau sangat terpaksa, mungkin saja bisa dilakukan. Tapi alasannya musti jelas. Ini rakyat mencurigai bukan untuk membangun projek-projek marcusuar IKN (Ibu Kota Negara) dan lain sebagainya.

“Argumentasi bahwa BBM dialihkan subsidi karena dinikmati oleh orang-orang kaya, itu argumentasi bohong. Fiksi itu. Kenapa? Karena masyarakat kita sudah terbelah,” tambah Ketua Bappilu DPP Demokratitu.

Lanjut dia katakan, sudah ada masyarakat yang mampu, masyarakat tidak mampu, masyarakat miskin, mendekati miskin, masyarakat sangat miskin yang hidupnya tergantung pada tetesan dari orang-orang kaya itu. Orang-orang yang sangat mampu dalam bahasa Sri Mulyani.

“Jadi, itu ilmu bohong bahwa hanya berdampak pada orang-orang mampu itu ilmu yang bohong. Karena, banyak rakyat bergantung dan pada akhirnya hukum sistem produksi adalah dia menaikkan ongkos produksi dan menaikkan harga-harga di pasar,” bebernya.

“Pemerintah sudah melewati batas, saya nggak tahu ini apa yang menjadi respon rakyat. Kalau partai Demokrat, sudah menolak ini semua,” pungkasnya.(edisi/fajar)

Comment