EDISIINDONESIA.id- Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, secara tegas membantah tudingan yang menyeret namanya dalam kasus penyadapan yang sedang hangat dibicarakan. Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak berdasar dan meminta aparat keamanan mengusut tuntas siapa yang menyebarkannya.
Kisahnya bermula dari munculnya narasi yang menyebutkan adanya rapat yang dilakukan seorang ketua umum partai bersama sejumlah perwira tinggi militer, tepat tiga jam sebelum mereka ditangkap. Awalnya Bahlil tidak menaruh curiga, mengingat ada banyak ketua umum partai. Namun, begitu tiba di tujuan setelah perjalanan udara, ia mendapati tuduhan itu sudah diarahkan kepadanya.
”Awal-awalnya saya tidak terlalu ngeh karena ketum partai kan banyak. Tapi begitu saya bangun dari pesawat, kok ini sudah menuduhnya ke saya. Saya bilang: apa maksudnya ini?” ungkap Bahlil saat berbicara di sebuah forum, Sabtu.
Ia sengaja menyampaikan klarifikasi itu secara terbuka agar semua pihak memahami posisinya. ”Saya minta kepada aparat keamanan untuk diusut tuntas, dibuka saja semuanya. Jangan terus-menerus membangun fitnah. Usut saja sampai ke akarnya,” tegasnya.
Bahlil juga menunjuk ciri-ciri pihak yang melontarkan tuduhan tersebut — seorang senior yang kerap tampil di podcast dan merasa paling pandai berbicara. Ia memberi peringatan tegas: jika tidak ada bukti, maka jalur hukum akan ditempuh.
”Kalau memang saya diduga, buktikan. Kalau tidak, saya akan kirim somasi. Kalau tetap tidak ada tanggapan, saya proses secara hukum. Karena ini berbahaya,” ujarnya.
Menurut Bahlil, menyebarkan tuduhan tanpa dasar sama berbahayanya dengan tindakan penyadapan itu sendiri. Ia mempertanyakan niat di balik pemberitaan negatif yang terus dibangun, sekaligus mengingatkan seluruh kader Golkar agar tetap waspada.
”Kita sedang di jalur yang benar. Konsolidasi berjalan rapi, dan survei kini menunjukkan angka dukungan dua digit 10,5 hingga 13 persen, naik dari biasanya hanya 7–9 persen. Ada yang ingin menguji kekompakan kita. Tapi saya sampaikan: saya tidak akan mundur sejengkal pun. Jangan uji nyali kita,” serunya.
Bahlil menegaskan mustahil dirinya terlibat mengatur penyadapan, sebab nomor teleponnya sendiri masuk dalam daftar yang disadap.
”Gimana mungkin saya ikut mengatur penyadapan kalau saya juga disadap? Ini sungguh tidak masuk akal. Coba berpikir kreatif sedikit,” jelasnya.
Ia meminta siapa saja yang memiliki bukti pertemuan yang dituduhkan untuk menyampaikannya secara terbuka. Jika tidak, maka dalam waktu 3 kali 24 jam setelah pernyataan ini, ia akan melayangkan surat somasi kepada pihak-pihak terkait. Apabila tidak ada tanggapan, jalur hukum akan diambil mengingat hal ini menyangkut kehormatan partai dan jabatan ketua umum.
”Demokrasi bukan alasan bicara tanpa dasar. Jangan sampai orang baru bangun tidur, tidak tahu apa yang terjadi, lalu tiba-tiba bicara soal urusan bangsa. Astaghfirullahaladzim,” pungkasnya.(edisi/fajar)
Comment