KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Tidak ingin narasi keliru terus bergulir, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan tegas menepis isu bahwa terjadi pembengkakan anggaran perayaan HUT Sultra ke-62.
Plt. Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir mengungkapkan bahwa angka Rp3,7 miliar yang beredar di publik adalah salah tafsir.
“Bukan Rp3,7 miliar. Yang benar Rp1,97 miliar,” tegasnya pada Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, angka Rp3,7 miliar hanya merupakan usulan awal. Namun dalam pembahasan, pemerintah memutuskan untuk mengerem anggaran dan tidak merealisasikan penambahan tersebut.
Selain anggaran, lokasi kegiatan juga mengalami perubahan. Awalnya direncanakan akan digelar di Kabupaten Wakatobi, namun rencana tersebut batal setelah melalui proses rapat.
Kondisi keuangan menjadi pertimbangan utama, sehingga akhirnya diputuskan seluruh rangkaian HUT Sultra akan dipusatkan di Kota Kendari sebagai opsi paling rasional dalam kebijakan penghematan.
Meski demikian, pemerintah memastikan perayaan tidak akan kehilangan gaungnya. Tema “Produktif untuk Sultra Sejahtera” tetap diusung sebagai arah utama, yang mengartikan kegiatan tidak hanya sebatas seremoni namun harus memberikan dampak ekonomi dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemprov Sultra mengingatkan publik agar tidak terjebak pada informasi yang belum terverifikasi. Pesannya jelas: anggaran ditekan, kegiatan tetap berjalan, dan manfaatnya harus terasa oleh rakyat.
“HUT Sultra tahun ini bukan tentang besar kecilnya dana, melainkan bagaimana setiap rupiah benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Andi Syahrir. (**)
Comment