Prabowo akan Dirikan 10 Kampus Baru, Salah Satunya Fokus di Bidang Administrasi Pemerintahan

EDISIINDONESIA.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pembangunan 10 universitas baru. Dari jumlah tersebut, satu kampus akan difokuskan khusus pada bidang administrasi pemerintahan.

Rencana itu disampaikan Prabowo dalam forum Indonesia Economy Outlook (IEO) 2026 di Jakarta, Jumat (14/2/2026). Menurut dia, kampus khusus administrasi negara ini disiapkan untuk mencetak calon-calon birokrat unggul yang kelak memimpin berbagai lembaga pemerintahan.

“Tahun ini kita mulai membangun 10 universitas baru, satu lembaga khusus untuk administrasi pemerintahan. Putra-putri terbaik akan kita pilih dan kita siapkan untuk mengambil alih kepemimpinan,” ujar Prabowo.

Ia juga menegaskan komitmennya melakukan regenerasi birokrasi. Pejabat yang tidak mampu beradaptasi dengan visi pemerintah disebut akan diganti. “There is nobody that cannot be replaced,” tegasnya.

Selain administrasi pemerintahan, kampus-kampus baru tersebut juga akan fokus pada bidang sains, teknologi, rekayasa (engineering), dan matematika (STEM), serta kedokteran.

Prabowo menilai Indonesia masih kekurangan tenaga ahli STEM, termasuk dokter spesialis dan subspesialis. Terkait hal itu, pembangunan universitas baru menjadi bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Mahasiswa terpilih nantinya akan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah. Kampus-kampus ini juga direncanakan menerima dosen dan profesor dari luar negeri. Rencana pembangunan universitas baru ini sebelumnya juga disinggung Prabowo seusai melakukan kunjungan ke Inggris untuk menjajaki kerja sama dengan kampus-kampus papan atas di negara tersebut.

Selain itu, Prabowo memberikan kewenangan kepada petinggi Badan Pengelola Investasi Danantara, Badan Pengaturan BUMN, Kementerian PAN-RB, serta kementerian/lembaga lainnya untuk melakukan evaluasi dan pergantian pejabat yang tidak mencapai target.

Prabowo menargetkan 10 kampus baru tersebut mulai menerima mahasiswa pada 2028, sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi dan penguatan kapasitas nasional menuju Indonesia maju. (edisi/bs)

Comment