MUNA, EDISIINDONESIA.id – Wilayah Lasalepa dan Watopute, Kabupaten Muna, serta Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara, diguncang gempabumi tektonik, Sabtu (3/1/2026), sekitar pukul 18.55 WITA.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 3,4. Episenter gempa terletak pada koordinat 4,75 Lintang Selatan dan 122,71 Bujur Timur, atau tepatnya berada di darat sekitar 9 kilometer utara Kabupaten Muna, dengan kedalaman 7 kilometer.
Kepala Balai BMKG Wilayah IV, Irwan Slamet menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Kolaka South 1.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Kolaka South 1,” kata Irwan Slamet.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan di wilayah Lasalepa dan Watopute, Kabupaten Muna, serta Kusambi, Kabupaten Muna Barat, dengan intensitas II–III MMI.
Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang, dan getaran terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk yang melintas.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Informasi resmi terkait aktivitas kegempaan hanya disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi BMKG di perangkat seluler.(**)
Comment