Adu Taktik Juru Racik Timnas Indonesia Vs Irak

EDISIINDONESIA.id – Setelah kekalahan dari Arab Saudi pada pertandingan pertama tanggal 9 September 2025, Timnas Indonesia harus segera bangkit saat menghadapi Irak.

Jay Idzes dan rekan-rekan setimnya harus berjuang keras untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.

Pertandingan sengit akan tersaji saat Irak bertemu Timnas Indonesia dalam lanjutan Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga ini akan digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Minggu, 12 Oktober 2025, dini hari WIB.

Kedua tim sangat membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke putaran final Piala Dunia tahun depan. Arab Saudi kini berada dalam posisi yang lebih aman setelah kemenangan penting atas Timnas Indonesia pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Tim Garuda mengalami kekalahan tipis 2-3 dari Arab Saudi. Sebenarnya, Timnas Indonesia sempat memimpin sebelum akhirnya terkena comeback oleh tuan rumah.

Dua gol Garuda dicetak melalui penalti oleh Kevin Diks pada menit ke-11 dan 88. Arab Saudi membalas melalui Saleh Abu Al Shamat (17′) serta dua gol dari Firas Al Buraikan pada menit ke-36 (P) dan (62′).

Sementara itu, laga melawan Timnas Indonesia akan menjadi pertandingan pertama bagi Irak. Pertarungan kedua tim akan sangat dipengaruhi oleh strategi dari masing-masing pelatih, Graham Arnold di kubu Irak dan Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia.

Graham Arnold adalah sosok yang dikenal luas di dunia sepak bola. Pelatih asal Australia berusia 62 tahun ini memiliki pengalaman yang kaya.

Ia memimpin negaranya di Piala Dunia 2022 Qatar dan secara mengejutkan berhasil lolos ke babak 16 besar. Sayangnya, langkah Socceroos harus terhenti di tangan Argentina, yang kemudian keluar sebagai juara dunia.

Graham Arnold baru memimpin empat pertandingan untuk tim Singa Mesopotamia, menggantikan posisi Jesus Cassas.

Formasi favoritnya adalah 4-3-3 dengan gaya menyerang. Selain itu, ia juga sering menggunakan formasi 4-2-3-1 dan 4-4-2 menyerang sebagai opsi.

Dari empat laga yang dipimpinnya, Irak hanya kalah sekali dari Korea Selatan (0-2). Sisanya, mereka berhasil mengalahkan Yordania (1-0), Hong Kong (2-1), dan Thailand (1-0).

Arnold sangat fleksibel dalam menerapkan formasi dan sering menyesuaikannya dengan kondisi pertandingan. Formasi 4-2-3-1 adalah andalannya, tetapi ia tidak ragu untuk mengubahnya demi mendapatkan keuntungan taktis.

Formasi ini memungkinkan timnya untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah, yang berguna baik dalam membangun serangan maupun saat bertahan.

Graham Arnold memiliki kenangan saat menghadapi Indonesia, terutama ketika ia masih melatih Timnas Australia di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Hasil imbang 0-0 di Jakarta berujung pada pemecatannya.

Beralih ke Patrick Kluivert, pengalamannya sebagai pelatih tentu tidak sebanyak Graham Arnold. Kluivert belum pernah memimpin tim di ajang sebesar putaran final Piala Dunia.

Kluivert lebih dikenal sebagai pemain legendaris Belanda yang bermain untuk klub-klub besar seperti Ajax, AC Milan, dan Barcelona. Ia juga merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki tim Oranye.

Kluivert baru sekitar 10 tahun terakhir berkarier sebagai pelatih. Ia pernah menangani Timnas Curacao, Timnas Kamerun, hingga klub Turki Adana Demirspor.

Kluivert harus benar-benar memaksimalkan strategi yang diraciknya untuk mengalahkan Irak, setelah kekalahan menyakitkan dari Arab Saudi di pertandingan pertama.

Secara strategi permainan, Kluivert awalnya cukup sering menggunakan skema 3-4-3. Namun, ia juga memiliki skema lain sebagai opsi dalam permainan.

Ia mulai meninggalkan pola tiga bek dan menggunakan formasi empat bek saat beruji coba dengan Timnas Chinese Taipei.

Bahkan saat kalah dari Arab Saudi, Kluivert menggunakan skema empat bek yang diisi oleh duet Kevin Diks dan Jay Idzes, serta dua bek sayap Dean James dan Yakob Sayuri.

Dari formasi 4-2-3-1, ia bisa mengubahnya menjadi 4-3-3 sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kluivert telah memimpin Timnas Indonesia dalam tujuh pertandingan resmi, dengan hasil tiga kali menang, satu kali seri, dan tiga kali kalah.

Dalam enam laga yang sudah dipimpin, Kluivert paling sering menggunakan formasi 3-4-2-1 yang bisa berkembang menjadi 4-3-3 seperti dalam dua laga terakhir melawan Chinese Taipei dan Lebanon, lalu beralih ke 4-4-2 saat menghadapi Arab Saudi.(**)

Comment