Petra Sihombing Luapkan Semua Wujud Emosi Lewat Album Barunya

EDISIINDONESIA.id – Penyanyi sekaligus penulis lagu, Petra Sihombing akhirnya merilis album baru yang berjudul ‘senang ok, sedih gpp.’.

Album itu menghadirkan warna baru dalam kancah musik dengan tidak berusaha menyelesaikan kesedihan atau membungkus kebahagiaan, melainkan membiarkan keduanya hadir secara bersamaan.

Karya tersebut dirangkai Petra Sihombing untuk membuat pendengar benar-benar merasakan hadirnya emosi senang maupun sedih dalam kehidupan masing-masing.

Setiap lagu menjadi cermin dari proses bertumbuh, mengikhlaskan, dan tetap membuka hati, bahkan ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana.

Tanpa menggurui atau memaksakan solusi, album itu membiarkan pendengarnya merasa, merenung, dan akhirnya menemukan kenyamanan dalam perjalanan masing-masing.

Petra Sihombing, melalui lirik apa adanya dalam ‘senang ok, sedih gpp.’, mengajak pendengar untuk tidak hanya merayakan kebahagiaan, tetapi juga memeluk kesedihan sebagai bagian yang wajar dari menjadi manusia. Sebuah pengingat lembut bahwa apa pun yang dirasakan, semuanya tetap berarti.

“Album ‘senang ok, sedih gpp.’ gue bikin sebagai ruang yang membolehkan semua rasa hadir barengan. Kadang senang, kadang sedih, kadang dua-duanya dalam satu hari, dan itu enggak apa-apa,” kata Petra Sihombing.

“Di album ini, gue enggak nyari kesimpulan atau jawaban. Gue cuma pengin lebih bisa menerima dan memproses apa yang gue rasain, dan mungkin itu bisa jadi tempat pulang buat orang lain juga. Ini kumpulan lagu yang gue tulis pelan-pelan, sambil tetap hidup, sambil tetap coba mengerti diri sendiri,” sambung pria berusia 33 tahun itu.

Album tersebut sebelumnya dibuka dengan single, ’80 km/h’ yang dirilis pada Juni 2025 lalu.

Lagu itu merupakan sebuah metafora tentang mengemudi tanpa arah yang jelas yang mewakili kelelahan, pelarian, dan akhirnya kepasrahan.

Renungan akan banyak ditemui dalam album ‘senang ok, sedih gpp.’, seperti pada lagu ‘Sebelum 30’ keresahan ekspektasi menjelang usia 30 direnungkan, dan ‘1000 1000’ perbedaan proses dan perjalanan masing-masing individu dibahas.

Tema seperti cinta dan hubungan dengan orang lain terungkit dalam lagu ‘Problematika Masa Kini’, ‘Masih Banyak Cinta di Dunia’, dan ‘Berbeda Realita’.

Merefleksikan realita dari menjalin hubungan dengan orang lain, naik turunnya, dan bagaimana cinta akan terus ada jika terus terbuka untuk cinta hadir dalam hidup masing-masing.

Lagu-lagu reflektif yang membawa tema kesadaran, pengembangan, dan menyayangi diri juga bisa didapatkan pada lagu ‘Bagasi’, ‘Hantu di Lemari’, ‘Kau dan Canggumu’, serta ‘Sia-sia’ yang merangkap bahwa seisi album ini memang ditujukan untuk menemani pendengar dalam menjalani hidup apa adanya.

Sama halnya dari single utama album ini, Tangguh adalah sebuah penghormatan untuk seseorang yang kuat dengan caranya sendiri.

Lagu tersebut penuh kekaguman, dan mengajarkan bahwa ketangguhan tidak harus keras, kadang justru tenang dan apa adanya. Ibarat sebuah doa pengiring perjalanan pendengar untuk terus, dengan bangga, menjalani hidup dengan tangguh.

‘senang ok, sedih gpp.’ menjadi dokumentasi emosional dari bagaimana Petra Sihombing memaknai hidup apa adanya. Di tengah dunia yang terus meminta kepastian dan solusi, album itu justru mengajak para pendengar untuk berdiam sebentar, merasa sepenuhnya, dan berjalan kembali dengan lebih tenang.

Di hari yang sama dengan perilisan album terbaru, Petra Sihombing juga merilis versi fisik dari album tersebut.

Petra Sihombing bekerja sama dengan Disaster Records penjualan produksi kaos dan topi, serta dengan PHR untuk rilisan vinyl. (edisi/jpnn)

Comment