EDISIINDONESIA.id- Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, dengan tegas membantah keterlibatan partainya dalam polemik ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
Ia meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan Roy Suryo, mantan kader Demokrat, dengan partai tersebut.
“Sekali lagi saya tegaskan, Roy Suryo tidak memiliki hubungan dengan Demokrat. Oleh karena itu, Demokrat sama sekali tidak terlibat dalam kasus ini,” tegas Hinca di Kompleks DPR, Senayan, Senin, (28 /7/2025).
Hinca mengungkapkan kekhawatiran Partai Demokrat atas isu yang beredar di dunia maya, yang mengaitkan “partai biru” sebagai pendukung terselubung polemik tersebut.
“Kami telah mendengar isu ini dan karena sudah tersebar luas, Ketua Umum, AHY, telah memerintahkan tim komunikasi untuk memberikan klarifikasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Karena pertanyaan ini langsung ditujukan kepada saya, saya jawab secara langsung. Saat Roy Suryo masih aktif, saya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.”
Hinca menjelaskan bahwa Roy Suryo telah mengundurkan diri dari Demokrat sejak tahun 2020, saat masih menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
“Sejak saat itu, tidak ada lagi hubungan antara Roy Suryo dan Partai Demokrat. Pengunduran dirinya merupakan keputusan yang diambilnya sendiri; jika tidak mengundurkan diri, kami akan memberhentikannya karena kasus yang menimpanya telah melampaui batas,” tegas Hinca.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu, Ade Darmawan, yang juga merupakan salah satu pelapor Roy Suryo dalam kasus ini, menyatakan bahwa ada partai politik yang menjadi dalang di balik polemik ijazah palsu Jokowi.
Ia bahkan memberikan petunjuk dengan menyebutkan warna partai tersebut.
“Siapa kira-kira dalangnya? Saat ini saya mengenakan baju berwarna apa (biru)? Ini mungkin petunjuknya,” ujar Ade dalam sebuah acara televisi swasta, Minggu, 27 Juli 2025.
Presiden Jokowi sebelumnya juga menyatakan bahwa ada “tokoh besar” yang mendukung Roy Suryo dan kelompoknya dalam menyebarkan isu ijazah palsu.(edisi/rmol)
Comment