Baik untuk Kesehatan Jantung, Kulit hingga Tulang, Ini 7 Manfaat Buah Kering

 

EDISIINDONESIA.id – Apakah Anda suka mengonsumsi buah kering? Jangan salah, buah kering ternyata baik untuk kesehatan tubuh Anda.

 

Buah kering berukuran kecil, tetapi memiliki manfaat besar bagi kesehatan.

 

Buah kering adalah buah yang telah melalui proses dehidrasi, baik secara alami atau menggunakan metode seperti penjemuran di bawah sinar matahari atau menggunakan dehidrator.

 

Proses ini membantu menghilangkan kadar air dari buah, sehingga menghasilkan produk yang terkonsentrasi dan padat nutrisi.

 

Kacang-kacangan dan buah kering memiliki nilai gizi yang sama dengan buah segar, sehingga wajib ditambahkan ke dalam makanan sehari-hari kita.

 

Beberapa buah kering alami termasuk pistachio, kurma, almond, hazelnut, kenari, dan kacang mede.

 

Buah ara adalah contoh buah yang telah dikeringkan untuk membuat varian buah kering.

 

Dengan memasukkan buah kering ini ke dalam makanan sehari-hari, kita bisa memanfaatkan manfaat kesehatan dari buah kering secara maksimal.

 

Buah kering adalah kategori yang mencakup berbagai macam camilan padat nutrisi seperti kacang almond, kenari, kismis, kurma, dan aprikot, tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

 

Camilan yang manis dan mengenyangkan ini merupakan harta karun nutrisi penting, yang menjadikannya tambahan yang sangat baik untuk diet apa pun.

 

Beberapa manfaat buah kering meliputi, seperti dikutip laman Healthshots.com.

 

1. Meningkatkan kesehatan jantung

 

Manfaat buah kering yang pertama ialah meningkatkan kesehatan jantung.

 

Beberapa buah kering, terutama kenari dan kacang almond, kaya akan lemak sehat untuk jantung dan kaya akan asam lemak omega-3.

 

Lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda ini membantu mengurangi kadar kolesterol jahat.

 

Hal ini menurunkan risiko penyakit jantung karena asam lemak omega-3 membantu mencegah penyumbatan arteri, sehingga mengurangi kemungkinan terkena serangan jantung.

 

Selain itu, juga mencegah penumpukan plak di arteri. Menurut Journal of the American College of Cardiology, mengonsumsi kacang-kacangan tertentu seperti pistachio, almond, dan kenari membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung koroner.

 

2. Meningkatkan kesehatan pencernaan

 

Meningkatkan kesehatan usus adalah keuntungan besar lainnya yang bisa didapatkan seseorang dari mengonsumsi buah-buahan kering.

 

Kandungan serat makanan yang tinggi (baik yang larut maupun tidak larut) dalam buah-buahan kering, seperti prem dan buah ara, membantu pencernaan dan mencegah sembelit dengan menambah jumlah tinja, sehingga menghasilkan pergerakan usus yang sehat.

 

Serat juga membantu menjaga berat badan yang sehat dengan meningkatkan rasa kenyang.

 

Menurut Gut Microbes Journal, mengonsumsi buah-buahan kering seperti prem mengandung bifidobacteria yang meningkatkan kesehatan pencernaan.

 

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

 

Buah-buahan kering mengandung banyak mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, seng, dan fosfor yang mendukung sistem kekebalan tubuh.

 

Kacang almond juga kaya akan vitamin seperti vitamin D, A, B6, K1, dan E yang memperkuat kekebalan tubuh kita.

 

Misalnya, kacang almond kaya akan vitamin E, antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif.

 

Menurut Journal of the American College of Nutrition, buah kering yang memiliki kadar polifenol tinggi membantu meningkatkan kekebalan tubuh dengan menunjukkan sifat antiinflamasi.

 

Buah kering meningkatkan sifat antioksidan yang membantu menghilangkan efek radikal bebas dan membantu meredakan stres oksidatif dari tubuh.

 

4. Kesehatan tulang

 

Buah-buahan kering merupakan sumber nutrisi sehat seperti magnesium, kalsium, boron, dan vitamin K.

 

Buah-buahan kering tertentu seperti buah ara dan aprikot merupakan sumber kalsium dan fosfor yang sangat baik, yang penting untuk menjaga tulang tetap kuat dan sehat.

 

Hasilnya, buah-buahan kering membantu mengurangi risiko masalah yang berhubungan dengan tulang dan memperkuat tulang kita.

 

Kekurangan kalsium bisa menyebabkan penyakit seperti osteoporosis.

 

Kondisi ini membuat tulang kita rapuh, meningkatkan kemungkinan patah tulang yang tidak terduga.

 

Oleh karena itu, mengonsumsi buah-buahan kering mengurangi kemungkinan osteoporosis.

 

Menurut Nutrition Reviews Journal, asupan boron yang rendah bisa mengakibatkan masalah kerusakan tulang.

 

5. Kesehatan kulit

 

Radikal bebas dilepaskan dalam tubuh karena stres oksidatif yang mengikat oksigen di dalam tubuh.

 

Karena itu, sel-sel sehat dalam tubuh kekurangan oksigen, yang menyebabkan stres oksidatif.

 

Menurut Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, stres oksidatif bisa menyebabkan beberapa penyakit kulit dan peradangan kronis.

 

Vitamin dan antioksidan yang terkandung dalam buah kering bisa membantu kulit menjadi lebih sehat dengan mengurangi tanda-tanda penuaan dan menyediakan nutrisi penting untuk perbaikan dan peremajaan kulit.

 

6. Meningkatkan energi

 

Gula dan karbohidrat alami dalam buah kering memberikan peningkatan energi yang cepat dan tahan lama, menjadikannya camilan yang ideal bagi para atlet dan mereka yang memiliki gaya hidup aktif.

 

Anda bisa mengonsumsinya sebelum berolahraga atau di awal hari untuk tetap berenergi sepanjang hari.

 

7. Bermanfaat untuk diabetes tipe-2

 

Kacang-kacangan dan buah kering bisa bekerja dengan sangat baik untuk melawan penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2.

 

Menurut Nutrients Journal, terdapat korelasi positif antara buah kering dan diabetes tipe-2.

 

Buah kering memiliki campuran unik makronutrien, mikronutrien, dan senyawa bioaktif yang menghasilkan efek positif pada diabetes.

 

Buah kering kaya akan serat, lemak, mineral, dan molekul bioaktif lainnya yang membantu memodulasi beberapa mekanisme gen pada tingkat seluler dan molekuler.

 

Jurnal Internasional Endokrinologi dan Metabolisme menunjukkan bahwa serat makanan tinggi dalam buah kering seperti kacang mede membantu menurunkan lonjakan gula darah dengan mengurangi kadar insulin.(edisi/jpnn)

Comment