KENDARI, EDISIINDONESIA.id-Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperingatkan potensi habisnya cadangan nikel daerah akibat kuota Ringkasan Kegiatan Anggaran Belanja (RKAB) PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) sebesar 19 juta metrik ton.
Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengungkapkan kekhawatirannya terkait fokus PT. SCM yang lebih tertuju pada penambangan dan penjualan bijih nikel ke smelter Morowali, bukan pembangunan smelter seperti yang dijanjikan di Desa Lalomerui dan Matabuangga, Konawe.
PT. SCM diwajibkan memperjelas komitmennya: membangun smelter atau hanya mengeksploitasi nikel Sultra? Praktik perusahaan yang hanya menambang dan meninggalkan janji pembangunan smelter telah berulang kali merugikan masyarakat Sultra.
Hendro menekankan pentingnya bukti nyata pembangunan smelter, bukan hanya janji.
Ampuh Sultra menantang PT. SCM untuk mempresentasikan progres pembangunan smelter di Kecamatan Routa kepada publik, demi mencegah terulangnya skenario “ore habis, smelter nihil” yang telah meresahkan masyarakat.
Transparansi dan komitmen nyata dari PT. SCM sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan industri nikel dan kesejahteraan masyarakat Sultra.(**)
Comment