Tim PKM USN Kolaka Rehabilitasi Terumbu Karang dan Beri Bantuan Alat Tangkap kepada Nelayan Lampio Desa Lanto

EDISIINDONESIA.id – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melaksanakan kegiatan rehabilitasi terumbu karang di Desa Lanto, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah.

Ketua tim PKM Dosen, bapak La Ode Abdul Fajar Hasidu, S.Si., M.Si mengatakan, kegiatan yang berlangsung pada Juli hingga Agustus 2024 ini dilaksanakan sebagai upaya perbaikan terumbu karang melalui rehabilitasi berbasis komunitas nelayan keramba apung Lampio Desa Lanto.

Disebutnya, rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi dengan aparat Desa Lanto, kemudian dilakukan sosialisasi bahaya dan dampak destructive fishing bagi keberlanjutan sumberdaya perikanan dan keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Selanjutnya, dilaksanakan pelatihan rehabilitasi dengan teknik bioreeftek dan transplantasi, pembuatan media bioreeftek dan media transplantasi, pelepasan media bioreeftek dan media transplantasi di perairan.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukam penyerahan bantuan peralatan keramba apung dan alat tangkap untuk kelompok nelayan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Tim PKM USN Kolaka kepada ketua kelompok nelayan keramba apung Lampio, La Reni beserta beberapa anggotanya.

Fajar Hasidu menjelaskan, pelibatan kelompok nelayan Lampio yang ada di Desa Lanto tentunya akan sangat membantu dalam keberhasilan kegiatan ini. Dengan keterlibatan mereka, tentunya mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai rehabilitasi terumbu karang.

“Serta akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan rasa kepemilikan terhadap media transplantasi yang telah ditenggelamkan di dasar perairan, sehingga mereka bisa bersama-sama menjaga media transplantasi tersebut dari ancaman pengrusakan,” jelasnya, Minggu (20/10/2024).

Anggota Tim PKM USN Kolaka, Rahmat Karim, S.Si., M.Si menambahkan, kegiatan ini sejatinya merupakan sebuah tantangan bersama dalam mencegah praktik destructive fishing, khususnya penggunaan bom ikan. Mengingat masih terdapat beberapa nelayan yang kedapatan menggunakan bom ikan di Buton Tengah.

“Selain itu, dengan adanya bantuan peralatan budidaya keramba jaring apung untuk kelompok nelayan tersebut, mereka dapat lebih produktif, kerambah yang dimilikinya dapat ditingkatkan jumlah maupun volumenya sehingga nantinya akan berimbas terhadap meningkatnya produktivitas dan pendapat mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Peternakan USN Kolaka, Dr. Marlina Mustafa, S.P., M.Si. Doktor muda jebolan IPB University ini mengatakan, semua kegiatan dosen yang berdampak baik bagi masyarakat merupakan bukti kepedulian sivitas akademika FPPP USN Kolaka terhadap isu lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.

Selain itu, dengan keterlibatan beberapa mahasiswa kami dari Program Studi Ilmu Kelautan akan sangat berdampak baik terhadap kinerja kampus, dalam hal ini pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU), serta berdampak langsung kepada mahasiswa yang memperoleh pengalaman di luar kampus.

“Untuk itu saya sangat menyambut baik dan sangat mendukung kegiatan ini,” ucapnya.

Pihaknya berharap, kedepannya kegiatan-kegiatan seperti ini terus dilakukan dan terus dikembangkan baik di Buton Tengah maupun di daerah-daerah lain agar dampak positif dari kegiatan tersebut lebih merata dirasakan oleh masyarakat.

Kegiatan Tim PKM USN Kolaka juga mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat.

Kepala Desa Lanto, Muhammad Suyuti, S.Sos saat memberikan sambutannya pada pembukaan kegiatan sosialisasi yang dilakukan di balai desa Lanto menyampaikan, mewakili masyarakat Desa Lanto, khususnya kelompok nelayan yang terlibat, pihaknya sangat berterimakasih kepada tim PKM USN Kolaka.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan memberi manfaat yang besar bagi kemajuan desa Lanto kedepannya,” harapnya. (*)

Comment